Jabat Pangkostrad, Ini Lesatan Karier Letjen TNI Andika Perkasa
JAKARTA, iNews.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menunjuk Komandan Kodiklat Letjen TNI Andika Perkasa sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Andika menggantikan Letjen TNI Agus Kriswanto yang memasuki masa pensiun.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/673/VII 2018 tanggal 13 Juli 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
”Betul, Dankodiklat Letjen TNI Andika Perkasa dipromosikan sebagai Pangkostrad untuk menggantikan Letjen TNI Agus Kriswanto yang dimutasi sebagi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Mohammad Sabrar Fadillah dikonfirmasi iNews.id, Jumat (13/7/2018) malam.
Dalam surat mutasi itu secara keseluruhan terdapat 29 perwira tinggi (pati) dan menengah (pamen) yang dimutasi. Untuk mengisi jabatan Dankodiklat yang ditinggalkan Andika Perkasa, Panglima TNI menunjuk Mayjen TNI AM Putranto yang saat ini menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya.
Karier Meroket
Promosi jabatan sebagai Pangkostrad makin melengkapi karier emas Andika Perkasa. Dengan penunjukan ini, praktis hanya sekitar enam bulan dia menjabat Dankodiklat.
Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964, Andika menempuh pendidikan Akademi Militer pada 1987. Rekam jejaknya dimulai dengan menjabat sebagai perwira pertama infanteri di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD Grup 2/Para Komando.
Di Korps Baret Merah itu, dia juga pernah bertugas di Satuan-81/Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun. Andika lantas mengenyam penugasan di Departemen Pertahanan dan Mabes TNI AD. Tetapi setelahnya dia kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.

Di level perwira menengah, Andika pernah menjabat sebagai Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta, Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan di Sibolga, Sumatera Utara.
Nama Andika mulai mencorong ketika pada 25 November 2013 diangkat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD berdasarkan Keputusan Panglima TNI No Kep/871/XI/2013 tanggal 8 November 2013. Itu artinya dia mendapatkan promosi sebagai jenderal bintang satu (Brigjen TNI).
Hanya 11 bulan Andika menjabat Kadispenad. Kariernya kian berkilau ketika pada 22 Oktober 2014 dipercaya sebagai Komandan Paspampres menggantikan Mayjen TNI Doni Monardo. Jabatan mentereng itu hanya berselang dua hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Andika pun resmi menyandang jenderal bintang dua.
Lesatan karier itu sempat mengundang pertanyaan banyak pihak. Sejumlah kalangan menilai rekam jejak hebat itu tak lepas dari campur tangan mertua Andika, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono. Seperti diketahui, Hendropriyono merupakan pendukung Jokowi-JK. Benarkan demikian?
Guru besar bidang ilmu intelijen itu menepisnya. ”Enggak benar itu, saya tidak pernah melakukan intervensi sedikit pun pada siapa pun,” ujar Hendro saat berbincang dengan Okezone di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Apa pun, karier cemerlang Andika tak berhenti. Dari Danpaspampres, pati yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat ini dipercaya sebagai Pangdam XII/Tanjungpura.
Bintang di pundak Andika bertambah satu ketika dipercaya sebagai Komandan Kodiklat TNI. Dia resmi menyandang pangkat letnan jenderal berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018 tertanggal 4 Januari 2018.
Adapun promosi jabatan sebagai Pangkostrad ini tidak menutup kemungkinan bakal membuat karier Andika makin bersinar. Bukan rahasia, jabatan Pangkostrad umumnya merupakan pintu gerbang menuju karier tertinggi di TNI AD, bahkan militer Indonesia.
Jenderal TNI Mulyono yang saat ini menjabat sebagai KSAD sebelumnya juga Pangkostrad. Begitu pun Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang dari Pangkostrad menjadi KSAD dan akhirnya ditunjuk sebagai Panglima TNI.
Agak jauh ke belakang, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo juga menjadi KSAD setelah dari Pangkostrad. Demikian pula Jenderal TNI (Pun) George Toisutta dan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Khusus Ryamizard, dari Pangkostrad dia terlebih dahulu menjadi Wakil KSAD, baru kemudian menjadi KSAD. Ke belakang lagi, dari Pangkostrad menjadi KSAD dan akhirnya Panglima ABRI pernah dijalani Wiranto.
Berikut Profil Letjen TNI Andika Perkasa:
Lahir: Bandung, 21 Desember 1964 (53 tahun)
Pangkat: Letjen TNI.
Jabatan: Pangkostrad.
Istri: Diah Erwiany (putri AM Hendropriyono).
Riwayat Pendidikan Umum:
- The Military College of Vermont, Norwich University (Northfield, Vermont, AS).
- National War College, National Defense University (Washington DC, AS).
- Harvard University (Massachusetts, AS)
- The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, The George Washington University (Washington DC, AS).
Pendidikan Militer:
- Akademi Militer (Akmil) kecabangan Infanteri (1987).
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (Lulusan Terbaik Susreg XXXVII 1999/2000).
Riwayat Jabatan (antara lain):
-Komandan Peleton Grup 2/Para Komando, Kopassus (1987).
-Komandan Batalyon (Danyon) 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha, Kopassus (2002).
-Sekretaris Pribadi Kasum TNI (2010).
-Kadispen TNI AD (2013).
-Komandan Paspampres (2014).
-Pangdam XII/Tanjungpura (2016).
-Komandan Kodiklat (Januari 2018).
-Pangkostrad (Juli 2018).
Penghargaan:
-Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.
-Bintang Yudha Dharma Pratama.
Editor: Zen Teguh