Jabatan Sekjen PKB Akan Dihapus, Cak Imin Siapkan Direktur Eksekutif dan Waketum
BADUNG, iNews.id - Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ditutup, Rabu (21/8/2019) malam ini. Untuk struktur kepengurusan periode 2019-2024, Muktamar hanya memutuskan posisi ketua umum yang kembali dipegang Muhaimin Iskandar dan ketua dewan syura yang diamanatkan kepada KH Dimyati Rois.
Adapun struktur lengkap kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) akan diserahkan kepada Muhaimin sebagai mandataris tunggal. Kepengurusan dipastikan bakal dibentuk di luar forum Muktamar.
dalam struktur kepengurusan PKB ke depan kemungkinan besar bakal ada perubahan formasi. Salah satunya menghilangkan posisi sekretaris jenderal (sekjen) dan mengangkat wakil ketua umum (waketum). Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Cak Imin.

"Ada aspirasi tidak ada sekjen. Yang ada direktur eksekutif. Nah, aspirasinya perubahannya di situ," tutur Cak Imin di arena Muktamar, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/8/2019).
Namun Imin tidak menjelaskan detail direktur eksekutif itu. Dia hanya menyebut jabatan dan peran itu akan dibahas di internal partai.
Cak Imin mengatakan, rencana perubahan struktur kepartaian itu muncul dari daerah-daerah dan presentasi para ahli di depan sejumlah Dewan Pimpionan Wilayah (DPW). Dia pun mengaku masih bingung apakah akan tetap mempertahankan posisi sekjen atau direktur eksekutif yang menggantikan peran sekjen.
Mengenai posisi wakil ketua umum dan berapa jumlahnya, diperkirakan paling banyak tiga orang. Imin beralasan dirinya sudah terlampau lama menjadi ketua umum. Dengan keberadaan wakil ketua umum, tugas-tugasnya bisa dibagi.
"Berbagi tugas ya itu maksudnya, tidak mendominasi semua hal karena enggak mungkin begitu besarnya pekerjaan sendiri," katanya.
Editor: Zen Teguh