Jadi Plt Menpora, Hanif Dhakiri Prihatin dengan Imam Nahrawi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 23 September 2019 - 21:42 WIB
Jadi Plt Menpora, Hanif Dhakiri Prihatin dengan Imam Nahrawi

Pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Hanif Dhakiri. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengangkat Menteri Ketenagakerajaan dan Transmigrasi (Menakertrans), Hanif Dhakiri, sebagai pelaksana tugas (plt) menpora menggantikan Imam Nahrawi. Saat ditanya komentarnya, Hanif mengaku prihatin dengan apa yang dialami Nahrawi yang terjerat kasus korupsi.

Pasalnya, secara pribadi dia mengenal mantan aktivis PMII itu sebagai sosok yang berprestasi, baik, dan mengabdi pada masyarakat. “Sejujurnya dalam situasi ini saya juga prihatin dan sedih, karena Pak Menpora, Pak Imam Nahrawi itu sahabat saya. Kita doakanlah, mudah-mudahan Pak Imam kuat dan tabah, bisa menjalani proses ini dengan baik,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Kendati demikian, dia mengungkapkan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi yang telah memberikannya kepercayaan sebagai plt menpora. Oleh karenanya, dia berjanji akan menjalankan tugas baru itu sebaik-baiknya hingga masa Kabinet Kerja berakhir bulan depan.

“Tentu saya mengucapkan terima kasih diberikan kepercayaan Pak Jokowi dan tentu kepercayaan ini akan kita jalankan sebaik-baiknya,” kata dia.

BACA JUGA: KPK Minta Romahurmuziy Buktikan Tudingan Nama Khofifah Sengaja Dihilangkan

Dia berjanji akan terus berkoordinasi dengan jajaran kementerian lain yang terkait dengan bidang-bidang di Kemenpora. Pasalnya, meski dulu pernah bergabung di Komisi X DPR yang mengurusi masalah pendidikan, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan, Hanif belum pernah memegang jabatan apa pun di Kemenpora sebelumnya.

“Mungkin nanti saya akan koordinasi dulu dengan jajaran kementerian yang ada di sana, agenda-agenda apa saja yang dalam sebulan terakhir ini yang penting. Tapi kalau secara umum mah ya, cuma sebulan kok. Jadi mungkin tidak terlalu banyak lah, kecuali kalau memang ada hal krusial atau arahan-arahan dari bapak presiden,” tuturnya.

Sebelumnya, Nahrawi bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, ditetapkan sebagai tersangka secara bersama-sama oleh KPK. Nahrawi juga diduga menerima uang suap Rp26,5 miliar. Uang itu merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Atas perbuatannya, Nahrawi disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pascapenetapan status tersangka itu, Nahrawi memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan menpora, Kamis (19/9/2019). Kemudian, Jokowi mendapuk Hanif menjadi plt menpora sehingga dia merangkap menakertrans sekaligus pelaksana tugas menpora. Seperti Nahrawi, Hanif sama-sama politikus PKB.


Editor : Ahmad Islamy Jamil