Jakarta Utara Diserang Banjir Rob, BMKG Sebut Ada Tiga Penyebabnya

Binti Mufarida ยท Rabu, 08 Desember 2021 - 18:39:00 WIB
Jakarta Utara Diserang Banjir Rob, BMKG Sebut Ada Tiga Penyebabnya
Ilustrasii banjir rob

JAKARTA, iNews.id - Banjir rob beberapa hari terakhir terjadi di Jakarta Utara. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menjelaskan penyebabnya.
Kepala Pusat Meteorologi BMKG, Eko Prasetyo mengungkapkan ada tiga hal yang mendasari terjadinya banjir rob di Jakarta Utara. Kesemua penyebab berkaitan dengan kondisi alam.

Penyebab Banjir Rob Jakarta

“Banjir pesisir yang terjadi di Jakarta Utara merupakan gabungan tiga komponen bersuperposisi antara tinggi gelombang yang sedang berlangsung saat ini di pesisir atau di perairan Jakarta Utara hingga Laut Jawa yaitu sekitar 1,5 hingga 2,5 meter. Ditambah dengan angin kencang yaitu sekitar 20 hingga 20 knot ya untuk perairan laut Jawa,"ujar dia saat Konferensi Pers secara virtual, Rabu (8/12/2021).

"Ditambah lagi dengan berbarengan dengan fase pasang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Eko mengatakan fase pasang air laut di perairan laut Jawa ini puncaknya terjadi tanggal 2 sampai 9 Desember. Jika pasang air laut ini bersamaan dengan angin kencang, maka akan menyebabkan banjir rob di Jakarta Utara.

“Fase pasang ini memang yang paling puncak adalah terjadi di tanggal 2 hingga 9 Desember. Namun di setiap hari setelah itu ada fase pasang lagi. Jika berbarengan dengan angin kencang, gelombang yang cukup tinggi tentunya ada energi dari laut yang bisa masuk ke perkampungan atau daratan di pesisir Jakarta Utara,” jelas Eko.  

Sementara dalam kesempatan itu, Kepala BMKG juga menambahkan bahwa BMKG khususnya untuk pesisir Jakarta telah menyiapkan coastal inundation flat early warning system. Sistem tersebut disebut dapat memberikan peringatan dini banjir rob.

“Nah ini sangat membantu kami dalam menyampaikan peringatan dini melalui coastal inundation flat early warning system tersebut,” imbuhnya.

Sementara Eko menjelaskan bahwa coastal inundation flat early warning system yang dimaksud oleh Kepala BMKG ini didedikasikan di dua tempat, yakni di Jakarta Utara dan Semarang, Jawa Tengah guna memberikan informasi dini terkait banjir rob.

“Terkait sistem ini, ini merupakan sistem informasi untuk peringatan dini banjir. Memang masih di didedikasikan untuk Jakarta Utara dan Semarang, masih dua tempat itu,” kata Eko.

“Dan memang ini berkolaborasi dengan Kementerian PU yang berkaitan juga dengan informasi data debit sungai yang masuk ke muara sungai disaat samaan dengan fase astronomi, yaitu fase pasang maksimum. Dan itu sudah terbaca jauh-jauh hari. Dan kita sampaikan secara gencar kepada masyarakat dari segala bentuk sosial media dan termasuk juga dengan pemerintah daerah,” tutup dia.

Editor : Puti Aini Yasmin

Bagikan Artikel: