Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Siap Transfer Rp55 Triliun untuk THR ASN-Polri
Advertisement . Scroll to see content

Jamaah Islamiyah Incar Siswa Peringkat 1-10 di Ponpes untuk Dilatih

Minggu, 27 Desember 2020 - 16:59:00 WIB
Jamaah Islamiyah Incar Siswa Peringkat 1-10 di Ponpes untuk Dilatih
Vila di kawasan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah yang diduga disewa Jamaah Islamiyah sebagai pusat pelatihan teroris. (Foto: Mabes Polri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Densus 88 Antiteror Polri membongkar keberadaan pusat latihan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Salah satunya  terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu pusat latihan berupa vila dua lantai yang diduga disewa oleh salah satu anggota JI. Dilihat dari letaknya, bangunan tersebut diduga juga digunakan sebagai tempat istirahat para anggota serta lokasi pelatihan anggota muda mulai dari bela diri, persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan di pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil dalam membela diri, menggunakan pedang dan samurai sampai penyergapan dan perakitan bom.

Salah satu pelatihnya, kata Argo yaitu teroris Joko Priyono alias Karso yang ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan JI, Para Wijayanto. Diketahui, Karso ditangkap pada 2019 lalu dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

“Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI),” kata Argo dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Minggu (27/12/2020).

Dia menyebut para kader baru JI pada umumnya anak-anak muda cerdas dari beberapa pondok pesantren yang direkrut secara profesional. Target jaringan tersebut mendapatkan anak cerdas dengan peringkat 1-10 di ponpesnya untuk dijadikan pemimpin masa depan JI.

“Tiap angkatan 10-15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih. Generasi muda ini dilatih bela diri penggunaan senjata tajam seperti samurai dan pedang. Termasuk juga menngunakan senjata api dan dilatih menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur sampai ahli sergap (penyergapan) yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus,”  ujarnya.

Menurutnya JI sudah melatih total tujuh angkatan sebanyak 96 anggota muda yang dilatih di sejumlah sasana yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

“Setelah pelatihan di sini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom. Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI),” tutur dia.

Selama proses perekrutan dan pelatihan tersebut, sudah banyak anggota JI yang dikirim ke Suriah sejak 2013-2018 dengan dana yang sudah disiapkan oleh jaringan tersebut.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut