Jejak Pendiri Matahari Hari Darmawan, dari Raja Ritel ke Bisnis Wisata

Tri Hatnanto ยท Sabtu, 10 Maret 2018 - 16:22:00 WIB
Jejak Pendiri Matahari Hari Darmawan, dari Raja Ritel ke Bisnis Wisata
Matahari Department Store berawal dari toko Mickey Mouse yang didirikan mendian Hari Darmawan pada 1958. (Foto: Sindonews/Dok).

JAKARTA, iNews.id – Memulai bisnis dari sebuah toko kecil di Pasar Baru, Jakarta, Hari Darmawan menjelma sebagai pengusaha sukses Indonesia. Lewat bendera Matahari Department Store, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini bahkan dijuluki raja ritel.

Semuanya berawal dari 1958 saat Hari berusia 19 tahun. Toko pertamanya, Mickey Mouse, berdiri di lahan 150 meter persegi di Pasar Baru. Kerja keras dan naluri bisnisnya membuat toko ini berkembang pesat.

Terbukti dalam tempo 15 tahun, persisnya 1973 Hari mengambil alih toko de Zon yang luasnya enam kali dari Mickey Mouse. De Zon yang dalam bahasa Belanda berarti matahari diganti dengan nama Matahari Department Store.

“Saya pakai Matahari selain karena kebanggaan Indonesia, juga berarti mata-nya Hari Darmawan. Perusahaan ini harus dijalankan sesuai dengan visi saya,” kata Hari dikutip dari majalah Fortune Indonesia edisi Mei 2011, Sabtu (10/3/2018).

Perjalanan panjang di dunia ritel itu menempa Hari. Saat berusia 40 tahun, gerai Matahari kian menggurita. Pada 1980-an, Matahari membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia dan toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia. Menurut Fortune, pembukaan gerai itu tak lagi hitungan tahun melainkan bulan.  

Inilah yang kemudian menjadikan Hari dikenal sebagai king of retail. Apalagi Matahari kemudian tercatat sebagai perusahaan ritel pertama yang melantai di Bursa Efek Jakarta pada 1992.

Matahari tak cuma sekadar brand lokal papan atas, namun dapat dibilang sebagai sebuah kebanggaan. Begitu populernya sampai-sampai kebanyakan orang dari kota kecil yang pergi ke kota besar serasa tak lengkap bila tak datang ke Matahari.

Hari Darmawan ibarat patron dalam dunia ritel Indonesia. Seperti Sam Walton yang mendirikan Wal-Mart di Amerika Serikat. Konsep bisnisnya yang berpondasikan 4R, yakni right product, right place, right time dan right time sering menjadi role model bagi mereka yang menerjuni bisnis ritel.

Dengan berbagai kesuksesan itu nyaris tak ada yang mengira Hari suatu ketika melepas Matahari ke Lippo Group. Keputusan itu salah satu hal mengejutkan dalam jagat bisnis Indonesia.

Tapi bukan Hari bila kemudian diam berpangku tangan. Sempat mendirikan Hari Hari Swalayan, putra pengusaha lokal Makassar itu juga pernah melahirkan Value Dollar dan Rumah Matahari, meskipun kurang sukses dan akhirnya ditutup.

Perjalanan waktu akhirnya membuat Hari banting setir ke sektor pariwisata. Di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pengusaha yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia itu mengemudikan bisnis baru bernama Taman Wisata Matahari (TWM) pada 2007.

“Saya rasa sudah cukup saya berbisnis ritel. Kini saatnya saya membangun dan mengembangkan tempat wisata yang terjangkau,” katanya, dikutip dari majalah sama.

Data di laman resmi TWM, destinasi wisata ini mengusung motto “Recreation and Education Park”. TWM menyajikan berbagai macam wahana permainan dan fasilitas, seperti waterpark, wahana permainan air (sepeda air, bomber boat, perahu dayung, perahu motor, paddle boat, perahu naga, bola gila dan lain-lain), wahana petualangan (flying fox, motor ATV, oubound, wall climbing, dan arung jeram), serta fasilitas pendukung seperti penginapan atau hotel, saung, lapangan, gazebo, restoran dan pusat belanja.

Selain mejalankan TWM, Hari juga berbisnis properti. Dia mendirikan PT Griya  Pesona Mentari yang mengelola empat Super Mall yakni di Sukabumi, Cilegon, Karawang, dan Cilegon. Ada juga  PT Tiga Dewata Indah Mall dan PT Duta Bakti (Maluku City Mall).

Dengan berbagai karya dan sepak terjangnya selama puluhan tahun itu, sulit disangkal Hari adalah legenda. Tapi legenda itu telah tiada. Hari ditemukan tewas usai mengalami kecelakaan di kawasan Taman Wisata Matahari, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).

Menurut informasi yang dihimpun iNews.id, operasi tim SAR menemukan Hari dalam keadaan meninggal di Sungai Ciliwung sekitar wilayah Lokawiratama Hankam pada pukul 6.30 WIB. Dia sebelumnya dinyatakan hilang di vilanya sekira pukul 21.30 WIB, Jumat 9 Maret 2018.

Editor : Zen Teguh

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda