Jelang Hari Santri, Wamenag: Santri Bimbing Praktik Keagamaan di Masyarakat

Felldy Utama ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 20:22:00 WIB
Jelang Hari Santri, Wamenag: Santri Bimbing Praktik Keagamaan di Masyarakat
Ilustrasi Peringatan Hari Santri. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia sebentar lagi akan memperingati Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2020. Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi pun menjelaskan kontribusi nyata para santri kepada bangsa.

Zainut mengatakan Hari Santri perlu diperingati salah satunya karena santri ikut berperan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Dia menyebut Resolusi Jihad yang melahirkan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi bukti kontribusi santri merebut kemerdekaan.

"Pemberian gelar Waliyyul Amri Ad-Dlaruri bi Al-Syaukah kepada Presiden Soekarno pada 1954 juga bentuk kontribusi santri,” kata Wamenag di Jakarta, Kamis (01/10).

Kedua, Wamenag mengatakan santri menjadi pembimbing praktik keagamaan di masyarakat. Dia menyebut banyak santri yang menjadi pemimpin pada komunitas kecil masyarakat seperti imam musala dan masjid, pimpinan majelis taklim, dan lain-lain.

Ketiga, santri disebut memiliki peran besar dalam pengarusutamaan wacana keagamaan yang moderat. Wamenag menyebut lahirnya Pancasila juga merupakan sumbangsih santri.

Oleh sebab itu Wamenag mengatakan santri perlu mendapat penghargaan khusus atas kontribusi yang dilakukan. Pertama, memberikan pengakuan pada proses pendidikan yang dijalani santri.

"Kemudian semua santri pondok pesantren bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, dan juga bisa berkompetisi di semua lapangan pekerjaan," ujarnya.

Menurut Wamenag, UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren harus implementatif dan memiliki keperpihakan terhadap pesantren dan santri. Demikian juga dengan regulasi turunannya berupa Peraturan Presiden tentang Pendananaan Penyelenggaraan Pesantren serta beberapa Peraturan Menteri Agama.

“Regulasi turunan tersebut saat ini sedang dalam tahap harmonisasi dan uji publik dengan stakeholders terkait. Mudah-mudahan tidak lama lagi segera dapat disahkan. Dan akan lebih bagus lagi bisa diundangkan bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2020 yang kita peringati sebagai Hari Santri,” ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama