Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi Diterbangkan ke Pekanbaru, Panglima TNI: Kami Kehilangan Prajurit Terbaik

Riezky Maulana ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 10:37 WIB
Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi Diterbangkan ke Pekanbaru, Panglima TNI: Kami Kehilangan Prajurit Terbaik

Upacara militer pemberangkatan jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi ke Pekanbaru di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (Foto: (iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Jenazah prajurit TNI AD, Pelda Anumerta Rama Wahyudi telah diberangkatkan dari Hanggar Skuadron 17, Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (3/7/2020). Jenazah diterbangkan ke Pekanbaru, Riau untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Pantauan iNews.id di lokasi, jenazah diterbangkan dengan pesawat hercules pukul 08.05 WIB. Upacara pelepasan turut dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Komandan PMPP TNI, Mayjen Victor H Simatupang.

Dalam sambutannya, Hadi menyampaikan duka mendalam atas kepergian Pelda Anumerta Rama Wahyudi dalam misi perdamaian di Kongo. Dirinya menyebut TNI kehilangan salah satu putra terbaik yang dimiliki Indonesia.

"Hari ini, jenazah Pelda Anumerta Rama akan diterima oleh keluarganya dan kami seluruh keluarga besar anggota TNI merasa kehilangan, kehilangan prajurit terbaik pada misi kedamaian, misi kemanusiaan," ucap Hadi di lokasi.

Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang telah membantu pemulangan jenazah hingga tiba tepat waktu di Indonesia. Pelda Anumerta Rama Wahyudi gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Kongo, Senin (22/6/2020).

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemlu yang banyak membantu sehingga proses pemulangan jenazah almarhum bisa datang ke Indonesia sesuai dengan rencana," ucapnya.

Dia berharap ke depannya kejadian tersebut tidak terulang kembali. Kemudian misi-misi perdamaian yang dilakukan PBB tetap berjalan lancar.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian serupa. Mudah-mudahan misi Monusco berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan program dari PBB," katanya.

Selain Rama Wahyudi, ada satu korban lagi bernama Pratu Syafii Makbul. Pratu Syafii Makbul selamat dari insiden tersebut setelah dilarikan ke rumah sakit.

Pasukan dalam misi Monusco diberondong milisi bersenjata saat mengawal pekerja pembangunan jembatan di Hululu. Mereka disergap saat hendak kembali ke base camp operation di Mavivi.

Rama sebagai komandan tim semula bertugas menggeser pasukan dan dukungan logistik ke Jembatan Halulu. Mereka berangkat pukul 08.00 waktu setempat. Perjalanan dari markas prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco di Mavivi memakan waktu sekitar tiga jam.

Editor : Rizal Bomantama