Jenderal Polisi Maju Pilkada, Kapolri: Why Not?
JAKARTA, iNews.id – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tak mempermasalahkan bila ada anggota kepolisian berniat maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada). Sepanjang mengikuti aturan, setiap orang berhak menggunakan hak politiknya.
Tito menjelaskan, Indonesia merupakan negara demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak politik sama, kecuali dicabut oleh keputusan pengadilan. Karena itu, mengikuti pilkada adalah hal lumrah dan wajar termasuk anggota Polri.
"Jadi semua memiliki hak yang sama untuk menjadi kepala daerah, entah dari TNI, Polri, ataupun masyarakat umum. Why not?, " kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/12/2017).
Tito melanjutkan, anggota Polri, terutama yang pernah menjadi kepala wilayah semacam kapolda atau kapolres memiliki pengalaman memimpin dan paham birokrasi. Mereka juga punya pengalaman dalam menyelesaikan masalah di wilayahnya.
"Jadi tidak berarti ini akan menepikan teman-teman dari sipil, tidak. Teman-teman dari sipil harus berkompetisi lebih sehat karena berhadapan dengan teman-teman Polri, TNI yang mereka memiliki pengalaman khusus di teritorial dan lainnya," ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Seperti diketahui sejumlah jenderal polisi dikabarkan berniat maju Pilkada 2018. Mereka, yakni Kepala Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail yang hendak maju Pilgub Maluku, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin di Pilgub Kaltim, Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Pol Anton Charliyan di Pilgub Jabar, dan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw di Pilgub Papua.