Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KAHMI Minta Polemik Ceramah JK Tak Diperpanjang, Tegaskan Tak Ada Hasutan!
Advertisement . Scroll to see content

JK: Azwar Hasan Orang Moderat, Bukan Pendukung Gerakan Radikal

Selasa, 30 Juli 2019 - 15:49:00 WIB
JK: Azwar Hasan Orang Moderat, Bukan Pendukung Gerakan Radikal
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: AFP).
Advertisement . Scroll to see content

Menurut JK, makna dalam menjalankan syariat Islam itu sederhana sehingga tidak ada unsur radikalisme. Syariat Islam itu seperti menjalankan puasa, salat, termasuk mengenakan baju yang pantas setiap hari untuk orang lain itu, juga termasuk Syariat Islam.

Perkecualian jika ada unsur pemaksaan dalam penegakkan Syariat Islam, hal tersebut tidak dibenarkan. "Kecuali ada penangkapan orang yang tidak salah, nah itu salah. Ini kan orang puasa atau tidak puasa tidak ada yang masuk penjara toh," kata JK.

Wapres menegaskan, setiap orang yang berjuang melaksanakan syariat Islam belum tentu terpapar radikalisme dan tidak perlu diambil tindakan hukum.

"Orang yang berjuang menjalankan syariat Islam merupakan orang biasa seperti Pak Syafruddin (Menteri PANRB) menjalankan syariat Islam dengan puasa Senin-Kamis. Jadi Azwar merupakan orang biasa-biasa saja dan lembaga itu juga lembaga biasa saja tidak beringas," tuturnya.

JK pun meminta masyarakat tidak alergi dengan Syariat Islam karena pada dasarnya setiap umat muslim telah menjalankan dan menegakkan Syariat Islam dengan menjalankan ibadah.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut