Jokowi Ajak Berpolitik Santun dan Beretika Meski Berbeda Pilihan
JAKARTA, iNews.id - Indonesia, di mata dunia internasional begitu terkenal karena masyarakatnya yang sopan santun, ramah dan baik budi pekertinya. Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua elemen bangsa untuk berpolitik santun dan beretika.
"Marilah kita berpolitik yang santun, mari kita berpolitik yang beretika, mari kita berpolitik dengan tata krama yang baik," katanya saat acara pembagian sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Bola Arcici Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).
Masyarakat Indonesia, dia menambahkan, memiliki sopan satun dan tata krama yang baik, sehingga harus diimbangi cara berpolitik yang baik pula. Jokowi mengatakan, masuk dalam tahun politik banyak sekali kabar bohong (hoaks) dan ujaran kebencian terjadi di mana-mana.
Bahkan, dia mengaku, juga menjadi sasaran hoaks yang menyatakan dirinya PKI dan juga memusuhi para ulama. "Masak saya dikatakan PKI. Peristiwa PKI itu terjadi pada 1965 dan saya lahir 1961. Masa ada PKI balita," ujarnya.
Masyarakat Adat Dayak Nasional Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
Jokowi juga mengungkap di media sosial yang menaruh fotonya disandingkan dengan DN Aidit yang pidato pada 1955. "Masa saya belum lahir sudah ada fotonya dengan Aidit. Oleh karena itu saya harus ngomong, harus meluruskan," katanya.