Jokowi Ajak Berpolitik Santun dan Beretika Meski Berbeda Pilihan
Dia juga disebut memusuhi para ulama, namun faktanya berbeda. Jokowi setiap minggu bersilaturahmi dengan para pemuka agama.
Ma'ruf Amin: Saya Tak Mau karena Ingin Menang Merusak Keutuhan Bangsa
"Saya tiap minggu bersilaturahmi dengan ulama. Bahkan Hari Santri itu saya yang tanda tangan Kepresnya. Kok gitu disebut memusuhi ulama," ujarnya.
Jokowi juga menyebut survei yang menyebutkan 9 juta penduduk mempercayai bahwa dirinya itu PKI dan musuh ulama. "Untuk itu saya ngomong, kalau tidak bisa 12 ribu orang percaya kabar bohong itu," katanya.
Untuk itu, Jokowi juga meminta untuk tidak percaya dengan kabar bohong dan menjauhi ujaran kebencian karena bisa membuat perpecahan di masyarakat.
"Jangan sampai beda pilihan karena Pilkada, pilihan Bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur dan pilihan presiden membuat antartetangga, antarkampung tidak akur. Jangan korbankan itu," harapnya.
Beda pilihan, menurut dia, merupakan hal yang biasa. Mengingat, pemilu hanya berlangsung lima tahun sekali, sehingga jangan sampai mengorbankan persatuan dan persaudaraan.
Jokowi berpesan jika memilih calon itu dilihat pengalaman memimpinnya, program yang yang ditawarkan. "Namun jika ada tetangga yang beda pilihan jangan dimusuhi," kata Jokowi.
Editor: Djibril Muhammad