Jokowi Ingin Ibu-ibu PKK Kampanye Penggunaan Masker Door to Door

Fahreza Rizky ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 11:18 WIB
Jokowi Ingin Ibu-ibu PKK Kampanye Penggunaan Masker Door to Door

Tangkapan laya Presiden Jokowi saat membuka Ratas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 3 Agustus 2020, Senin.

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan para menterinya untuk fokus kampanye protokol kesehatan pencegahan pandemi virus corona (Covid-19) mengenai penggunaan masker pada dua pekan ini. Tidak hanya itu Jokowi juga meminta pelibatan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Dia menilai, kampanye yang akan melibatkan istri para menteri di Kabinet Indonesia Maju akan efektif dilakukan dari pintu ke pintu. Saat ini kelompok tersebut dikomandoi Tri Suswati, istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

"Saya ingin ini melibatkan PKK, kita coba PKK. Istri Mendagri yang nanti," katanya saat membuka Ratas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 3 Agustus 2020, Senin.

Jokowi mengatakan, tidak mengetahui apakah usulannya itu sudah mendapat respons dari para istri menteri di Kabinet Indonesia Maju. Jika istri para menteri merasa khawatir akan potensi penularan Covid-19, dia mengaku akan mengevaluasi usulan tersebut.

"Saya enggak tahu kalau nanti ibu-ibu khawatir mengenai masalah Covid-19 ya mungkin kita rem," ucap mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Jika sebaliknya yang terjadi yakni para istri menteri siap, menurut Jokowi, akan menjadi sarana kampanye yang efektif mengenai perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Tapi kalau ibu-ibu siap, saya kira PKK ini juga sangat efektif untuk (kampanye) door to door untuk urusan masker," ujar mantan wali kota Solo ini.

Jokowi juga mengajak para menterinya memberikan perhatian khusus pada perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19. Salah satu bentuknya dengan metode kampanye yang dilakukan.

"Urusan perubahan perilaku ini harus betul-betul kita lakukan dengan komunikasi, mungkin di TV, di medsos dan lain-lain secara masif dalam dua minggu ini dengan cara-cara yang berbeda," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad