Jokowi Sampaikan Pidato Bahasa Indonesia di Depan Parlemen Australia

Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 14:53 WIB
Jokowi Sampaikan Pidato Bahasa Indonesia di Depan Parlemen Australia

Presiden Jokowi menyampaikan pidato lewat Bahasa Indonesia di depan Parlemen Australia di Canberra, Senin (10/2/2020). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia di depan Parlemen Australia di Canberra, Australia, Senin (10/2/2020) waktu setempat. Pidato itu disaksikan dua kubu parlemen yaitu koalisi Partai Liberal dan koalisi Partai Buruh.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison dan Ketua Partai Buruh Australia, Anthony Albanese menyampaikan pidato tentang Indonesia dan sosok Jokowi. Dalam pidato 16 menit itu, Jokowi mengibaratkan hubungan Indonesia layaknya "The Avengers" untuk membantu dunia yang sedang dilanda berbagai kesulitan.

"Kolaborasi Indonesia dan Australia di tengah dunia yang sedang dilanda ketidakpastian dapat diilustrasikan seperti film 'Avengers End Games'. Jika kekuatan positif bersatu, 'The Avengers assemble', maka musuh bersama dapat dilumpuhkan," kata Jokowi.

Jokowi menjadi kepala negara ke-12 yang diberi kesempatan berbicara di depan Parlemen Australia. Dia juga menjadi kepala negara pertama yang berpidato di depan Parlemen Australia di tahun 2020.

Mantan Gubernur Jakarta itu menjelaskan ancaman terhadap kehidupan di dunia saat ini berupa intoleransi, proteksionisme, ancaman kemiskinan, dan ancaman perubahan iklim. Dia yakin kolaborasi Indonesia dan Australia dapat membantu dunia mengurangi masalah-masalah tersebut.

Jokowi juga membahas kedatangannya ke Australia bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Australia. Dia pun menyinggung tahun 2050 yang akan menjadi perayaan 100 tahun hubungan Indonesia dan Australia.

"Pada tahun 2050, Indonesia dan Australia akan bertransformasi jadi pemain dunia di kawasan dan dunia. Menurut 'Price Waterhouse Coopers' misalnya menyebut tahun 2050 Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 dengan PDB (Pendapatan Domestik Bruto) sekitar 10,5 triliun dolar AS," ucapnya.

Namun demikian, Jokowi mengingatkan tahun ketidakpastian global akan semakin berat melanda dunia di tahun 2050. Oleh karena itu Jokowi berharap Indonesia dan Australia bisa fokus pada peningkatan kemitraan.

"Tahun 2050 dunia diprediksi semakin dipenuhi ketidakpastian. Situasi geoekonomi dan geopolitik semakin berat, stagnasi pertumbuhan ekonomi, bahkan resesi ekonomi dunia sulit dihindari. Dikhawatirkan nilai demokrasi dan kemajemukan akan termarjinalkan," katanya.


Editor : Rizal Bomantama