Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jumlah Pengungsi Bencana Sumatra Turun, Kini Tersisa 11.250 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Soroti Kasus Kematian akibat Covid-19 di Aceh Masih Tinggi

Jumat, 17 September 2021 - 08:51:00 WIB
Jokowi Soroti Kasus Kematian akibat Covid-19 di Aceh Masih Tinggi
Presiden Jokowi meminta perhatian serius kasus Covid-19 di Aceh karena kematian yang tinggi(Foto akun Youtube Sekretariat Presiden).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penanganan Covid-19 di Aceh. Pasalnya, kematian akibat Covid-19 di sana masih mencatatkan angka di 4,7 persen. 

Sementara angka kematian Covid-19 nasional sudah di angka 3 persen. “Angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh berada di angka 4,7 persen. Tinggi ini, tinggi, karena nasional kita hanya 3 persen,” tutur Jokowi dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (17/9/2021).

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, kemarin.

Jokowi juga mengingatkan agar para bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh untuk mengetahui situasi di kota/kabupatennya masing-masing. “Kita tidak bisa bekerja lagi rutinitas seperti pada keadaan normal, karena yang dibutuhkan sekarang ini adalah kepemimpinan lapangan,” tuturnya.

Selain itu, Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Aceh untuk memperhatikan ketersediaan oksigen dan obat. Dia pun mengingatkan agar kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 untuk menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan.

“Tujuh kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 di Simeulue, di Nagan Raya, di kota Sabang, di Aceh Timur, di Aceh Tamiang, di Aceh Jaya, di Aceh Besar. Tolong yang belum punya tadi, menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Jokowi juga kembali mengingatkan agar tidak terburu-buru senang karena adanya penurunan kasus.

“Nasional turun lebih dari 90 persen, di sini turun 20 persen, hati-hati, jangan senang dulu, jangan euforia dulu, dan jangan menyampaikan tergesa-gesa kepada masyarakat bahwa kita sudah turun kasus. Bisa disambut senang oleh masyarakat tetapi itu bisa menyebabkan naik lagi Covid-19-nya. Ini pengalaman kita secara nasional, sehingga jangan kita ulang di sini,” tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut