KAI Segera Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, Atasi Kekurangan Kereta
JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengimpor 23 rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. Rencana itu telah mendapat persetujuan dari Komisi VI DPR.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, impor KRL bekas tersebut dilakukan sebagai solusi transisi karena kapasitas produksi kereta dalam negeri saat ini dinilai masih belum memadai.
"Ini sebagai transisi kita," ucap Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Bobby menambahkan, kebutuhan pengadaan KRL menjadi cukup mendesak karena sejumlah kereta yang saat ini beroperasi telah berusia lebih dari 40 tahun. Karena itu, KAI memilih opsi impor KRL bekas yang dinilai dapat dilakukan dalam waktu lebih singkat.
Dia menuturukan, setelah mendapat persetujuan, KRL bekas tersebut diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan untuk didatangkan. Sementara itu, pengadaan KRL baru melalui impor membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun.