Kapolri: Ada yang Melanggar Perintah Tak Berpolitik di Pilkada 2020, Saya Copot

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 26 September 2020 - 19:07 WIB
Kapolri: Ada yang Melanggar Perintah Tak Berpolitik di Pilkada 2020, Saya Copot

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah). (Foto: Divisi Humas Polri).

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengingatkan seluruh anggotanya agar tidak bermain politik praktis pada Pilkada Serentak 2020. Bagi anggota yang mencoba bermain politik akan dicopot.

Idham menegaskan, anggota Polri harus netral pada pesta demokrasi di 270 daerah, kabupaten dan kota itu. Dia memastikan, tidak ada anggota Polri yang boleh bermain politik praktis sebagai upaya dukung mendukung pasangan calon (paslon) tertentu.

"Kalau ada yang melanggar perintah saya maka saya akan copot dan proses melalui propam baik disiplin ataupun kode etik," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Mengenai protokol kesehatan, Polri juga tegas kepada anggota yang melakukan pelanggaran. Hari ini Mabes Polri mencopot Kapolsek Tegal Selatan Joeharno terkait acara dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu, 23 September 2020 malam yang viral di media sosial.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan, Kapolsek Tegal Selatan Joeharno sudah dinonaktifkan dari jabatannya untuk menjalani pemeriksaan internal. "Kapolsek sudah diserahterimakan dan kapolseknya diperiksa oleh Propam," kata Argo dalam keterangan di Jakarta.

Argo mengatakan, Polri juga sedang mendalami laporan bernomor LP/A/91/IX/2020/Jateng/Res Tegal Kota tertanggal 25 September 2020 atas dugaan pelanggaran Pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216
KUHP. Hal itu terkait penyelenggaraan acara dangdut yang menimbulkan kerumunan massa sehingga dimungkinkan menimbulkan percepatan penyebaran Covid-19 atau klaster baru penularan. Beberapa barang bukti juga turut diamankan.

"Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dan terlapor Wasmad Edi Susilo (Wakil Ketua DPRD Tegal)," ujar Argo.

Editor : Djibril Muhammad