Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penanganan Bencana di Sumatera, Kapolri Kerahkan Personel dan Logistik ke Lokasi Terisolasi
Advertisement . Scroll to see content

Kapolri Minta Penyidik Terapkan Scientific Crime Investigation: Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Kasus

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:34:00 WIB
Kapolri Minta Penyidik Terapkan Scientific Crime Investigation: Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Kasus
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta para penyidik menerapkan metode scientific crime investigation.(Foto: Humas Polri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta para penyidik menerapkan metode scientific crime investigation (SCI) saat menangani perkara. Tujuannya untuk mendapatkan bukti yang kuat.

Arahan Kapolri itu dibacakan Wakapolri, Komjen Agus Andrianto dalam pidato sambutan di hadapan wisudawan STIK-PTIK pada Kamis (20/6/2024).

"Menjadi penyidik yang profesional dan terhindar dari perbuatan menyimpang, mengedepankan scientific crime investigation dalam pengungkapan perkara, dalam pengungkapan perkara, bukti harus terang dari cahaya, lebih terang dari cahaya," kata Agus.

Agus mencontohkan pembuktian kasus yang tidak didukung scientific crime investigation, yakni kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016 silam. Akibatnya kasus itu menjadi polemik. 

"Pada kasus pembunuhan Vina dan Eki pembuktian awal tidak didukung dengan scientific crime investigation. Sehingga timbul isu persepsi negatif terdakwa mengaku diintimidasi, korban salah tangkap, dan penghapus dua DPO yang dianggap tidak profesional," katanya.

Selain itu, dia mencontohkan penerapan scientific crime investigation pada kasus pembunuhan Dokter Mawartih di Papua. Pelaku berhasil diidentifikasi dengan hasil pengujian sampel DNA. 

Untuk itu, Kapolri dalam amanat yang dibacakan Agus menegaskan kepada seluruh penyidik untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan kasus.

"Hindari pengambilan kesimpulan penanganan perkara secara terburu-buru, sebelum seluruh bukti dan fakta lengkap dikumpulkan yang tentunya melibatkan ahli pada bidangnya," katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut