Karhutla Kalimantan Mengganas, Kepala BNPB Ungkap Api Membara di Bawah Lahan Gambut
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap karakteristik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berbeda dengan wilayah lainnya. Karhutla di Kalimantan banyak terjadi di lahan gambut sehingga api yang terlihat padam belum tentu benar-benar mati.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan peningkatan aktivitas karhutla dalam sepekan terakhir terutama terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kondisi tersebut dipicu minimnya curah hujan alami selama hampir sepekan terakhir.
“Kondisi karhutla di Kalimantan memiliki karakteristik yang berbeda karena banyak terjadi di lahan gambut. Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati. Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membantu membasahi kembali lahan gambut dan memadamkan bara yang masih tersimpan,” ujar Suharyanto, dikutip Senin (24/8/2026).
Menurut Suharyanto, kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif. Bara yang berada di bawah permukaan dapat tetap menyala meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Karena itu, BNPB kembali memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla. Berdasarkan evaluasi teknis dan ketersediaan awan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyemaian awan menggunakan garam kembali dapat dilakukan secara intensif di wilayah Kalimantan.