Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Lapor ke Prabowo: 8 Korporasi Diusut terkait Kasus Karhutla, 138 Orang Tersangka
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Landa 458 Hektare Kawasan IKN, Pemadaman Masih Berlangsung

Senin, 07 September 2026 - 16:25:00 WIB
Karhutla Landa 458 Hektare Kawasan IKN, Pemadaman Masih Berlangsung
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, mencapai 458 hektare. Hingga saat ini tim di lapangan masih melakukan upaya pemadaman.

"Yang sekarang sedang terbakar, ada di Kalimantan Timur di kawasan IKN, itu seluas 458 hektare sedang ditangani, masih belum padam," ucap Suharyanto usai rapat koordinasi di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Selain di kawasan IKN, BNPB mencatat karhutla terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Jawa Timur, kebakaran melanda kawasan Gunung Ijen dan Gunung Butak, sedangkan karhutla di Teluk Bintuni, Papua Barat, telah berhasil dipadamkan.

"Kemudian kawasan Gunung Ijen di Jawa Timur ada 2,5 hektare. Kawasan Gunung Butak di Jawa Timur ada 16,5 hektare. Kemudian Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 223,5 hektare, ini sudah padam," tuturnya.

Kebakaran di tengah musim kemarau juga terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Suharyanto menyebut penanganan kebakaran di area TPA relatif lebih mudah dibandingkan pemadaman di lahan gambut.

"Ada satu tempat pembuangan akhir sampah di Solo, Putri Cempo, seluas 4,6 hektare, ini sedang dilakukan pemadaman. Jumlahnya adalah 705,1 hektare. Tetapi yang 705,1 hektare ini karena bukan lahan gambut, itu kita memadamkannya lebih mudah," kata dia.

Di sisi lain, BNPB mencatat karhutla di enam provinsi yang memiliki kawasan lahan gambut telah membakar area seluas 72.008 hektare.

"Per hari ini untuk provinsi yang lahan gambut: Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare," ucap Suharyanto.

Dari luasan lahan gambut yang terbakar tersebut, sebanyak 71.274,29 hektare atau sekitar 98 persen telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, masih terdapat 734,81 hektare yang dalam proses pemadaman.

"Kemudian, yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare, yang masih terbakar per kemarin 734,81 hektare. Nah, sekarang sedang dipadamkan ini yang 734,81 hektare," tuturnya.

Meski pemadaman terus dilakukan, Suharyanto mengatakan luasan lahan yang terbakar belum tentu langsung berkurang. Hal ini disebabkan karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api kembali muncul meski sebelumnya telah dilakukan penyemprotan air.

"Apakah nanti jadi berkurang? Nah, ini belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, dilakukan lagi patroli dari hasil satelit Kementerian Kehutanan dan BMKG, hotspot, itu kita patroli. Baik lewat udara maupun darat, ketahuanlah titik kebakaran, fire spot," ujarnya. 

BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta pemadaman di wilayah yang masih mengalami karhutla. Pemantauan melalui satelit dan patroli darat maupun udara dilakukan untuk mendeteksi kembali titik api, khususnya di kawasan lahan gambut.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut