Kasus Blackout Batam-Bintan, Polisi Temukan Kera Luka Bakar Dekat Trafo Listrik
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menemukan indikasi titik leleh pada bushing 150 kV Transformator (trafo) 1 serta seekor kera dalam kondisi luka bakar di dekat trafo listrik saat mengusut kasus blackout yang melanda Batam dan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Namun, penyidik masih mendalami keterkaitan kedua temuan tersebut dengan pemadaman listrik.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Moh Irhamni menjelaskan, kasus ini bermula dari dentuman di Gardu Induk Sei Harapan, Batam, pada 12 Oktober 2026 pukul 06.28.59 WIB. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan hubungan singkat pada Transformator 1.
Sekitar tujuh menit kemudian, pemadaman listrik meluas ke Batam dan Bintan.
"PT PLN Batam melaksanakan prosedur black start sekitar pukul 08.00 WIB. Pasokan listrik Batam kembali normal, sedangkan pemulihan di Bintan dilakukan bertahap," kata Irhamni dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (21/10/2026).
Dalam penyelidikan awal di tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan indikasi kerusakan pada bagian bushing transformator dan seekor kera yang mengalami luka bakar.
"Ditemukan indikasi titik leleh pada bushing 150 kV Transformator 1 serta seekor kera dalam kondisi luka bakar di dekat transformator. Keterkaitan temuan tersebut dengan blackout masih didalami," ucap Irhamni.