Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apakah Ibu Hamil Boleh Divaksin Influenza? Ini Penjelasan Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Influenza A Dikabarkan Meningkat di Indonesia, Kemenkes Ungkap Faktanya!

Kamis, 17 September 2026 - 15:30:00 WIB
Kasus Influenza A Dikabarkan Meningkat di Indonesia, Kemenkes Ungkap Faktanya!
Kasus Influenza A dikabarkan meningkat di Indonesia. (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kasus Influenza A tengah ramai diperbincangkan masyarakat setelah sejumlah orang tua membagikan pengalaman anak mereka yang mengalami demam tinggi dan gejala mirip Covid-19 di media sosial.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran adanya peningkatan kasus Influenza A di sejumlah wilayah. Seperti apa kondisi sebenarnya?

Salah satu pengalaman dibagikan pengguna Threads dengan akun @mavelmaven. Dia mengaku anaknya terdiagnosis Influenza A setelah menjalani pemeriksaan.

"Be careful, ya, parents, anakku kena influenza A. Di-swab positif, dan menyebarnya cepet banget," kata si netizen, dikutip Kamis (17/9/2026).

"(Gejalanya) Demam tinggi lebih dari 3 hari, dan mirip banget sama Covid (even swab-nya pun 1 tipe sama Covid). Padahal sudah rutin vaksin influenza juga. Syukurlah begitu ketahuan sama dokter langsung antivirus dan sudah sehat," tambahnya.

Ramainya cerita mengenai anak yang terinfeksi Influenza A kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi kasus influenza saat ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui terdapat peningkatan kasus di sejumlah kota.

Namun, pemerintah menyebut kenaikan tersebut belum menunjukkan lonjakan yang signifikan secara nasional.

Kasus Influenza A Naik di Sejumlah Daerah

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan peningkatan kasus influenza memang terlihat di beberapa daerah. Meski demikian, kondisi secara nasional masih dalam batas terkendali.

"Secara nasional kenaikannya tidak terlalu signifikan, lonjakannya tidak terlalu melonjak tajam begitu, mungkin di beberapa daerah iya. Jadi secara nasional tuh masih aman, terkendali untuk yang influenza-influenza tadi," kata Aji saat diwawancarai di kawasan Menteng, Jakarta.

Menurut Aji, perhatian saat ini terutama tertuju pada kasus influenza yang terjadi pada anak-anak. Anak, khususnya balita, termasuk kelompok yang rentan mengalami infeksi influenza. Selain itu, lansia juga perlu mendapatkan perhatian karena termasuk kelompok rentan.

"Yang ada lonjakan yang banyak di media sosial itu kan influenza anak-anak terutama. Yang rentan memang kepada anak-anak, terutama balita. Makanya kasusnya juga banyak di sana, lansia juga gitu. Jadi itu yang harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Influenza Memiliki Pola Musiman

Aji menjelaskan, peningkatan kasus influenza tidak selalu berarti terjadi wabah dengan lonjakan besar. Berdasarkan pemantauan data 2025-2026, influenza memiliki pola musiman atau seasonal flu.

“Ini memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya nih 2025–2026, dia memang seasonal flu. Jadi ada musim-musimnya, ada waktu-waktunya,” kata dia.

Menurutnya, kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi peningkatan kasus influenza. Sejumlah faktor seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, hingga paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi dapat menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan.

“Sekarang karena ada faktor karhutla, ada kekeringan, ada erupsi, kemarin sempat ada erupsi, memang itu ada faktor ke sana. Dan ini mempengaruhi lah ya, terutama untuk kelompok-kelompok rentan nih, anak-anak, lansia,” tuturnya.
Rumah Sakit Masih Mampu Menangani Kasus

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat, Kemenkes menyebut kapasitas pelayanan kesehatan secara umum masih mencukupi.

Menurut Aji, hanya satu-dua rumah sakit di daerah tertentu yang mengalami kepadatan. Sementara fasilitas kesehatan lainnya masih disiapkan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami influenza.

“Tapi kan memang di sisi pelayanan relatif karena memang hanya di satu dua mungkin rumah sakit yang penuh gitu, kan bisa juga yang lain masih bisa siap siaga. Puskesmas kita siapkan, rumah sakit, klinik, segala macam,” jelasnya.

Dia menegaskan kapasitas pelayanan kesehatan di sejumlah daerah masih mencukupi untuk menangani pasien influenza.

Kenali Gejala Berat dan Jangan Memaksakan Sekolah

Meski kenaikan kasus secara nasional belum signifikan, masyarakat tetap diminta melakukan langkah pencegahan, terutama ketika berada di sekitar orang yang sedang sakit.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, dan rutin melakukan aktivitas fisik. Penggunaan masker dan menjaga jarak juga dapat dilakukan ketika berada di sekitar orang yang sedang sakit.

“Tentu gimana cara mencegahnya? Ya, perkuat imun tubuh, makan bergizi, cukup istirahat, kemudian aktivitas fisik, dan juga kalau pun yang sakit dan nggak sakit, ketika mungkin di sekitarnya ada yang lagi nggak sakit tapi di sekitarnya ada yang sakit tentu dijaga, kita pakai masker atau menjaga jarak,” imbau Aji.

Khusus anak yang sedang sakit, dia mengingatkan agar tidak memaksakan diri pergi ke sekolah. Anak sebaiknya beristirahat di rumah selama kondisinya belum memungkinkan untuk beraktivitas seperti biasa.

Jika kondisi semakin berat, masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis.

“Kalau yang sakit, sementara mungkin tidak sekolah dulu atau tidak bekerja dulu kalau memang berat. Dan kalau memang semakin berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut