Kasus Influenza di Indonesia Naik 51 Persen, Balita Paling Banyak Terdampak
JAKARTA, iNews.id - Kasus influenza di Indonesia mulai mengalami peningkatan hingga 51 persen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kenaikan proporsi spesimen positif influenza pada Minggu ke-36 tahun 2026.
Berdasarkan data Kemenkes yang diterima iNews Media Group pada Selasa (20/9/2026), proporsi spesimen positif influenza mencapai 51 persen pada Minggu ke-36. Angka ini meningkat dibandingkan Minggu ke-35 yang berada di level 37 persen.
Dari hasil pemantauan, flu subtype A (H1N1pdm09) menjadi jenis yang paling dominan ditemukan. Kasus influenza juga tercatat di sejumlah wilayah Indonesia.
Jawa Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat. Balita menjadi kelompok usia yang paling banyak terdampak dengan proporsi mencapai 41,9 persen.
Kemenkes belum mengungkap persentase kasus secara rinci di tiga wilayah tersebut. Meski terjadi peningkatan, Kemenkes menyebut kondisi tersebut masih berada dalam kategori rendah dan mengikuti pola yang normal.
Menanggapi peningkatan kasus influenza, Kemenkes telah melakukan sejumlah langkah preventif dan kesiapsiagaan. Salah satunya dengan memperkuat surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Surveilans tersebut dilakukan untuk memantau tren kasus, karakteristik virus, serta tingkat keparahan penyakit. Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan metode RT-PCR dan sequencing juga terus ditingkatkan untuk mendeteksi perubahan virus.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit terus disiapkan untuk mendukung skrining, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta pelaporan kasus.
Kewaspadaan juga ditingkatkan melalui pemantauan pelaku perjalanan di pintu masuk negara. Kemenkes turut memperkuat komunikasi risiko dan edukasi mengenai pencegahan influenza, terutama bagi kelompok rentan.
Kemenkes mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi mengenai influenza melalui sumber resmi pemerintah.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, cukup beristirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza, dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain untuk mencegah penularan.
Pada umumnya, influenza bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala semakin memburuk, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Editor: Dani M Dahwilani