Kasus Proyek Kutai Timur, KPK Dalami Buku Tabungan Tersangka Miliki Saldo Besar

Riezky Maulana ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 01:15 WIB
Kasus Proyek Kutai Timur, KPK Dalami Buku Tabungan Tersangka Miliki Saldo Besar

Ilustrasi, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 7 tersangka dalam kasus korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Kabuputen Kutai Timur Tahun 2019-2020. Saat ini KPK tengah mendalami motif tersangka membawa buku tabungan.

Deputi Penindakan Karyoto mencurigai tersangka yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dengan jabatan Esselon III memiliki saldo dalam jumlah besar.

"Saat ini motif membawa tabungan belum kita gali lebih dalam. Tetapi setidaknya dalam hal kewajaran buat apa berangkat jauh-jauh menyiapkan semua buku tabungan yang ada saldonya," ujar Karyoto di Gedung KPK, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, terkait jumlah uang suap dalam kasus tersebut, KPK belum dapat menyampaikan. Jumlah uang suap, kata dia dapat diketahui setelah pemeriksaan selesai dan melihat hasil laporan Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK).

"Belum bisa kita jumlahkan karena nanti akan kita lengkapi dari laporan PPATK, LHKPN dan hasil dari penyidikan lebih lanjut terhadap pemeriksaan beberapa saksi maupun terhadap proyek yang dikerjakan para tersangka," ucapnya.

Ketujuh tersangka dalam kasus itu, Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aswinda, Kepala BPKAD Suriansyah dan Kepala Bapenda Musyaffa. Tersangka lainnya, yaitu dari pihak swasta dan Aditya Maharani serta Deky Aryanto selaku rekanan.

Editor : Kurnia Illahi