Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Rekayasa Form Covid-19 di RSU Tangsel, Dewan Pengawas: Ada Kekhilafan

Jumat, 20 Agustus 2021 - 15:56:00 WIB
Kasus Rekayasa Form Covid-19 di RSU Tangsel, Dewan Pengawas: Ada Kekhilafan
Petugas RSU Tangsel diduga merekayasa form bagi pasien terkait Covid-19 (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG, iNews.id - RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui ada kelalaian petugasnya mengisi formulir penyelidikan epidemiologi Covid-19 terhadap pasien. Kasus tersebut viral di media sosial.

Juru Bicara RSU Kota Tangsel, Lasdo mengatakan, rumah sakit menanggapi laporan tersebut ke tim keselamatan pasien rumah sakit dan langsung dilakukan penyelidikan. Hasilnya, memang terdapat kelalaian. 

"Hasil investigasi tim keselamatan pasien sementara, memang ada kelalaian petugas pada saat pengisian form PE untuk permintaan pemeriksaan TCM Covid-19," katanya, kepada wartaan, Jumat (20/8/2021). 

Dijelaskan dia, waktu itu kondisi pasien hamil 39-40 minggu dengan tanda-tanda kemungkinan perlu dilakukan operasi segera, dan perlu segera diperiksa swab TCM apakah perlu dilakukan secara prosedur Covid-19 atau tidak. 

Sementara itu, Dewan Pengawas telah meminta keterangan manajemen RS atas kejadian rekayasa data formulir Penyelidikan Epidemiologi (PE) Covid-19 pasien.

Kasus itu mencuat setelah AM selaku suami pasien menemukan kejanggalan dalam lembaran formulir yang diberikan pihak rumah sakit pada 18 Agustus 2021. Di dalam form tersebut, sejumlah data klinis pasien telah terisi tanpa sepengetahuannya ataupun sang istri.

Poin-poin yang sudah terisi di antaranya menyebut jika pasien tersebut tengah mengalami batuk, filek, sakit tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, serta suhu tubuh yang dicentang dengan keterangan lebih dari 38 derajat celcius.

Dewan Pengawas RSU menganggap kelalaian itu terjadi spontan. Kondisi jenuh dan kelelahan menjadi pemicu nakes yang memeriksa pasien kurang konsentrasi, hingga akhirnya mengisi sendiri formulir PE Covid-19 tersebut.

"Itu kan manusiawi ya. Karena memang kan Covid ya (kondisi). Jadi di RSU itu kan ruangan itu sebenarnya secara umum kan Covid, kemudian kan harus dites PCR," kata anggota Dewan Pengawas RSU Tangsel, Suhara Manulang, Jumat (20/08/21).

Menurut Suhara, kejadian itu secara prosedural telah diakui sebagai suatu kelalaian nakes. Namun dia membantah, bahwa apa yang dilakukan oleh nakes bertujuan untuk meng-covid kan pasien.

"Secara prosedural ya memang sudah diakui ada satu kekhilafan kan gitu ya. Harusnya ditanya, bukan untuk dicovidkan sebenarnya. Tetapi untuk ditest lebih lanjut karena kan ini untuk persalinan ya," tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut