Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho, KPK Kembali Tangkap Mantan DPRD Sumut

Ilma De Sabrini ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 10:00 WIB
Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho, KPK Kembali Tangkap Mantan DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (DOK/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 bernama Musdalifah. Penangkapan dilakukan di kawasan Tiara Convention Center, Medan, Sumut, Minggu (26/8/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penangkapan dilakukan karena yang bersangkutan sudah dua kali tidak memenuhi panggilan KPK.

“KPK memutuskan melakukan penangkapan terhadap MDH (Musdalifah) kemarin, karena tidak hadir dalam pemanggilan KPK tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Febri di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Sebelumnya Musdalifah sudah dipanggil dua kali, yakni tanggal 7 dan 13 Agustus 2018. Febri menuturkan, pada panggilan pertama Musdalifah beralasan tidak mendapat informasi. Kemudian kembali tidak memenuhi panggilan KPK dengan alasan menikahkan anaknya.

“KPK sebelumnya juga sudah mengingatkan kepada para tersangka anggota DPRD Sumut agar bersikap kooperatif dalam proses hukum ini,” ujar dia.

Menurut KPK, ketidakhadiran tersangka hanya dapat diterima dengan alasan yang patut secara hukum. Musdalifah merupakan satu dari 38 tersangka yang ditetapkan KPK.

Dia diduga terlibat kasus suap persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Sumut, persetujuan perubahan ABPD Sumut Tahun 2013-2014, pengesahan APBD Tahun 2014-2015, dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015. Para anggota dewan itu diduga menerima suap atau janji hadiah dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

“KPK memperingatkan seluruh tersangka yang sudah menerima panggilan agar kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik ke kantor KPK,” tutur Febri.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto