Kawal Keamanan Siber Usaha Kecil, BSSN Lindungi UKM Lewat PAMAN KAMI
Dengan memanfaatkan Paman Kami, para pelaku UMKM dapat menerapkan prinsip-prinsip keamanan siber agar usaha yang dilakukannya melalui ruang siber dapat berjalan dengan aman. Terlebih, permasalahan yang dihadapi oleh UMKM saat go online tidak hanya masalah pemasaran, tetapi juga ancaman siber yang paling banyak mengintai informasi atau data milik mereka, khususnya data pribadi.
Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan menjelaskan, program PAMAN KAMI berfokus pada 25 langkah keamanan informasi. Perumusan berbagai langkah keamanan yang ditera dalam instrumen tersebut disusun berdasarkan Cybersecurity Framework yang terdiri dari identifikasi, proteksi, deteksi, respon dan pemulihan.
“PAMAN KAMI sangat generik sehingga pedoman penilaian ini juga dapat digunakan pada negara dengan profil yang mirip dengan Indonesia,” ungkap Anton.
Dijelaskan Anton, PAMAN KAMI dapat digunakan oleh pelaku UKM sebagai langkah awal memeriksa status keamanan sistem informasi usaha yang digunakan serta menentukan upaya pencegahan maupun penanggulangan insiden serangan siber.
Sekadar informasi, untuk menggunakan PAMAN KAMI, para pelaku UKM hanya perlu mengisi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan sistem keamanan informasinya, setelah itu pemohon akan mendapatkan hasil atau poin yang menandakan sistem keamanan informasi sudah baik atau belum.
Jika mendapatkan 100 poin artinya sempurna, 90-99 poin artinya sudah baik, 70-89 poin artinya cukup, dan 50-69 poin artinya kurang. Artinya masih perlu melakukan perbaikan hingga sempurna.
Editor: Faieq Hidayat