Kawasan Bukit Soeharto Calon Pengganti Ibu Kota, Ini Kata Jokowi

Antara ยท Selasa, 07 Mei 2019 - 15:50 WIB
Kawasan Bukit Soeharto Calon Pengganti Ibu Kota, Ini Kata Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Antara)

KUTAI KERTANEGARA, iNews.id - Pemerintah terus mematangkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengenai Wilayah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih memilih lokasi di Luar Pulau Jawa.

Pada hari ini, Selasa (7/5/2019), Jokowi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Kalimantan. Jokowi pun meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, yang diusulkan sebagai calon lokasi pemindahan Ibu Kota NKRI.

"Sebagai negara besar kita ingin punya pusat pemerintahan yang terpisah dari pusat ekonomi, bisnis dan jasa perdagangan," katanya saat meninjau Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartenegara, Kaltim, Selasa (7/5/2019).

Di kawasan bukit Soeharto itu, telah dibangun Tol Samarinda-Balikpapan. Saat ini, proyek tersebut masuk tahap akhir yang direncanakan selesai pada akhir 2019.

"Tinggal 14 persen lagi sehingga akhir 2019 diharapkan sudah selesai," ujar mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi menjelaskan, baik Balikpapan maupun Samarinda sudah memiliki bandara, sehingga dari sisi infrastruktur akan memudahkan mobilitas orang maupun barang.

Dalam peninjauan itu Presiden Jokowi didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Seskab Pramono Anung. Juga hadir Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Bupati Kutai Kartanegara Edy Dharmasyah.

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor merespons wacana pemindahan ibu kota yang dilontarkan Presiden Jokowi. Dia berharap taman hutan raya (Tahura) di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi pengganti Jakarta sebagai Ibu Kota.

Menurut dia, lahan Bukit Soeharto masih cukup luas dan merupakan milik negara. Selain itu, sudah ada fasilitas transportasi yang memadai menuju lokasi itu, di antaranya, tol dan bandara.

Dengan demikian, menurut Isran, biaya mendirikan ibu kota negara semakin murah. "Saya mengusulkannya di Bukit Soeharto karena itu hutan milik negara dan jumlah penduduknya sedikit. Ketinggiannya jauh (dari bencana banjir)," tutur Isran pada Selasa (30/4).

Isran menilai lahan Bukit Soeharto sangat luas dibanding lahan Panajam Paser Utara (PPU) yang pernah diusulkan mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Menurut Isran, nantinya ada tim teknis dari kepresidenan yang melakukan analisis dan penelitian ke lapangan untuk menentukan lokasi ibu kota.

Salah satu hal paling penting ialah mencari tahu kapasitas sumber areal untuk pendirian pusat pemerintahan. Berdasarkan data yang dihimpun Prokal, Bukit Soeharto memiliki luas 61.850 hektare berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Panajam Paser Utara. Untuk menuju kawasan itu hanya membutuhkan waktu 45 menit dari Balikpapan dan 1,5 jam dari Samarinda.

Editor : Djibril Muhammad