Kebakaran di 5 Gunung Jatim, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan Pesawat OMC
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur. Tambahan kekuatan ini menyasar wilayah lima gunung di Jatim yakni Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pemerintah pusat akan mengirimkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Selain itu, satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat juga dikerahkan guna mendukung penanganan karhutla.
"Kita harapkan dengan tambahan alutsista ini, kita bisa dengan cepat dan kebakaran pun tidak membara atau meluas," ujar Kristomei, Jumat (23/10/2026).
Dukungan tersebut melengkapi operasi pemadaman yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya. Penambahan armada udara diharapkan membantu petugas mengendalikan api sebelum kebakaran meluas ke kawasan lain.
Besarnya dampak kebakaran menjadi tantangan bagi tim gabungan di lapangan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat tercatat 184 kejadian karhutla yang tersebar di 26 kabupaten/kota.
Total lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Sebanyak 77,05 persen dari luas tersebut berada di kawasan hutan konservasi, sehingga penanganan kebakaran juga berkaitan dengan perlindungan ekosistem dan kelestarian hutan.
Sebelum penambahan armada dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur telah mengerahkan pesawat water bombing untuk membantu memadamkan titik api. Pesawat tersebut tercatat telah melakukan 462 kali penerbangan dalam operasi pemadaman.
Petugas juga memanfaatkan teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter. Perangkat ini digunakan untuk menjangkau lokasi dengan tebing curam dan medan yang sulit diakses oleh tim pemadam dari darat.
Selain memperkuat pemadaman, pemerintah menyoroti kemunculan titik api secara bersamaan di sejumlah kawasan gunung. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas manusia, baik akibat kesengajaan maupun kelalaian, dapat menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran.
Karena itu, penanganan karhutla juga dilakukan melalui pengawasan dan penegakan hukum. Aparat bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan terhadap kawasan hutan serta menindak pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran sesuai ketentuan hukum.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya titik api baru sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran hutan.
Dengan tambahan helikopter water bombing, dukungan pesawat OMC, serta penguatan operasi darat dan pengawasan, pemerintah berharap kebakaran di berbagai kawasan gunung di Jawa Timur dapat segera dikendalikan.
BNPB mengerahkan helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan dan pesawat OMC dari Kalimantan Barat untuk membantu memadamkan karhutla di Jawa Timur.
Editor: Donald Karouw