Keluarga Sebut Rizieq Shihab Mencoba Tiga Kali Keluar dari Arab Saudi Namun Gagal

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 11 November 2019 - 19:49 WIB
Keluarga Sebut Rizieq Shihab Mencoba Tiga Kali Keluar dari Arab Saudi Namun Gagal

Rizieq Shihab. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diketahui pernah tiga kali mencoba keluar dari Arab Saudi. Namun, ketiga upaya tersebut selalu berakhir dengan kegagalan.

Perwakilan keluarga Hanif Alatas mengungkapkan, Rizieq Shihab tiga kali mencoba keluar dari Arab Saudi sebelum 20 Juli 2018. Tanggal tersebut merupakan batas waktu Rizieq Shihab dan keluarga tinggal di Arab Saudi.

Pertama, menurut dia, Rizieq Shihab berusaha keluar dari Arab Saudi pada 8 Juli 2018 namun gagal karena dicegah Pemerintah Arab Saudi. Upaya kedua dilakukan pada 12 Juli 2018, lagi-lagi gagal.

"Sehari sebelum (izin) tinggal beliau habis, beliau mencoba lagi untuk keluar, supaya tidak overstay ternyata lagi-lagi gagal karena tadi dicekal tadi," kata Hanif di kantor FPI, Petamburan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dia mengatakan, Rizieq dicekal karena alasan keamanan. Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti keamanan soal apa yang dimaksud.

"Tapi enggak dijelasin di sini, ternyata sebab pencekalannya karena faktor keamanan. Perintahnya tadi itu yang harus dilakukan dicekal atau dilarang berpergian," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis mengatakan, sebagai warga negara Indonesia Rizieq Syihab berhak untuk kembali ke Tanah Air. Menurutnya, Pemerintah Indonesia tidak boleh menghambat kepulangan Rizieq Syihab.

"Siapa pun warga wajib dilindungi hak asasinya. Kami tidak menuntut untuk dipulangkan, dibelikan tiket, dibayarkan denda yang kami tuntut soal HAM," ujar Ahmad dalam konferensi pers di Sekretariat FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI, Munarman menuturkan, surat klarifikasi dari pemerintah kepada otoritas Arab Saudi penting agar Rizieq Syihab bisa kembali Indonesia.

"Memang itu yang kami minta. Sebetulnya selama ini pemerintah menyatakan tidak terlibat urusan hukum Saudi, sementara Arab Saudi menyatakan bahwa itu kan permintaan dari sini," kata Munarman.

Editor : Djibril Muhammad