Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keluarga Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus Lapor Polisi: Penyebab Kematian Wajar atau Tidak?
Advertisement . Scroll to see content

Keluarga Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus Persilakan Autopsi, Usut Penyebab Kematian Misterius

Minggu, 09 Agustus 2026 - 07:10:00 WIB
Keluarga Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus Persilakan Autopsi, Usut Penyebab Kematian Misterius
Keluarga almarhum Sutrimo melapor ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah (dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

BANYUMAS, iNews.id - Pihak keluarga almarhum Sutrimo siap mengikuti prosedur hukum terkait proses penyelidikan kematian orang dekat mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu. Salah satunya dengan proses autopsi yang dilakukan aparat penegak hukum.

Hal itu diungkapkan Abdi, keponakan Sutrimo usai membuat laporan ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Dia mengakui, secara emosional pihak keluarga tentu merasa berat hati dengan proses penggalian makam almarhum Sutrimo.

"Sebenarnya buat keluarga nggak merelakan buat digali lagi," kata Abdi usai membuat laporan bersama kuasa hukum pihak keluarga.

Kendati demikian, kata dia, demi bisa mengungkap kepastian penyebab kematian, keluarga akan kooperatif jika rencana tersebut harus dilakukan.

"Cuma ya kalau memang dari negara dibutuhkan buat autopsi atau kepastian itu, mau tidak mau ya harus diikuti," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, keluarga almarhum Sutrimo akhirnya mengambil langkah hukum untuk mengungkap tabir penyebab kematian anggota keluarga mereka. Abdi, yang merupakan keponakan Sutrimo, mendatangi Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026) malam, untuk membuat laporan resmi.

Abdi menegaskan, langkah ini diambil semata-mata demi mendapatkan kepastian hukum. Pihak keluarga ingin mengetahui secara spesifik apakah kematian almarhum itu dikategorikan wajar atau terdapat unsur lain di baliknya.

"Keluarga cuma minta kepastian hukum terkait penyebab kematian. (Spesifik kepastian hukum) wajar apa tidak, itu saja," kata Abdi.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut