Kembangkan Batik Sasambo, Wali Kota Mataram Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2022

Muhammad Fida Ul Haq ยท Jumat, 23 September 2022 - 08:04:00 WIB
Kembangkan Batik Sasambo, Wali Kota Mataram Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2022
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana telah berhasil meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 kategori Ekonomi. (Foto: MNC)

SEMARANG, iNews.id - Sebuah pencapaian luar biasa bagi Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang telah berhasil meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 kategori Ekonomi yang digelar di Sam Poo Kong, Semarang, Kamis (22/9/2022). Inovasinya yang diapresiasi salah satunya pengembangan Batik Sasambo.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Mohan Roliskana menyampaikan ucapan terima kasih kepada MNC Group, MNC Portal dan Koran Sindo atas penghargaan yang telah diraihnya.

“Saya Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram mengucapkan terima kasih kepada MNC Portal Indonesia, MNC Group yang telah memberikan apresiasi Kepala Daerah Inovatif tahun 2022,” ujarnya.

Wali Kota Mohan menjelaskan inovasi yang diusungnya, yaitu produksi batik Sasambo melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Fashion Show Sasambo Harum, lomba fashion show batik Sasambo (sasak, samawa, mbojo) yang mengangkat budaya serta kearifan lokal, sekaligus memperkenalkan hasil kreativitas para perajin di Mataram.

Jajaran Pemda Mataram menerima penghargaan (Foto: MNC)
Jajaran penerima penghargaan KDI (Foto: MNC)

“Kegiatan ini adalah upaya Pemkot Mataram untuk memotivasi para perajin agar terus berinovasi, berkreasi dan berkarya dari berbagai kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal daerah,” tuturnya.

Bahkan, Wali Kota Mohan membuat kebijakan pejabat dan ASN di Kota Mataram untuk memakai batik Sasambo setiap Kamis. Ia juga ingin batik Sasambo digunakan pada kalangan pendidikan, baik guru maupun siswa yang disesuaikan dengan identitas masing-masing sekolah. 

“Melalui kebijakan itu, peningkatan produksi Sasambo di Mataram, begitu pun dengan kualitasnya akan terus naik dan berdampak pada perputaran ekonomi bagi para perajin dan industri UMKM,” ucapnya.

Kota Mataram juga berinovasi dengan membuat program Kampung Tanggap Inflasi. Inovasi ini adalah upaya pemerintah Kota Mataram dalam menekan laju inflasi, sehingga kondisi perekonomian daerah lebih stabil dan terkendali.

Di samping itu, program ini juga bertujuan untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan di masyarakat melalui penerapan konsep kemandirian pangan di tingkat kelurahan.

“Pemerintah bersama masyarakat memanfaatkan pekarangan sebagai tempat menanam sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi, sehingga ketika terjadi kelangkaan dan kenaikan harga di pasar, masyarakat tidak panik dan inflasi pun terkendali,” katanya.

Wali Kota Mohan juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para warga Mataram serta OPD yang telah membawanya meraih penghargaan ini, serta Pemko Semarang yang telah menjadi tuan rumah KDI 2022.
“Terima kasih kepada Pemko Semarang yang menjadi tuan rumah dalam ajang KDI 2022 ini," ucapnya.

KDI 2022 merupakan ajang penghargaan sekaligus apresiasi yang diberikan kepada para kepala daerah berprestasi baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi. Pada ajang KDI yang bertema Inovasi untuk Akselerasi Kemajuan Daerah Menyongsong Era Society 5.0 ini terdapat lima kategori penghargaan yakni Pelayanan Publik, Ekonomi, Pariwisata, Kesehatan dan Pendidikan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Komisaris Utama PT MNC Asia Holding Tbk Agung Firman Sampurna, Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution, serta jajaran Direktur MNC Portal Indonesia.

Komisaris Utama PT MNC Asia Holding Agung Firman mengatakan, seiring berjalannya desentralisasi begitu banyak masalah dalam konteks sumber daya dan regulasi.
 
“Oleh karena itu, dibutuhkan terobosan, inovasi. Hari ini kita menghadirkan para kepala daerah, para bupati, dan wali kota yang telah menghasilkan berbagai macam inovasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya. 

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyampaikan, Covid-19 memberikan pelajaran yang luar biasa Indonesia, betapa susahnya mengelola melakukan tata kelola pemerintahan daerah.

“Maka dalam kondisi yang sangat penuh tantangan, ini ketika kita menemukan ada gubernur inovatif, ada bupati inovatif, ada wali kota inovatif tentu ini adalah satu hal yang menggembirakan dan membanggakan,” ujarnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda