Kemenag Bakal Gelar Program Mubalig Bersertifikat Tahun Ini

Felldy Utama ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 16:07 WIB
Kemenag Bakal Gelar Program Mubalig Bersertifikat Tahun Ini

Menteri Agama Fachrul Razi. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar program mubalig bersertifikat pada tahun ini. Nanti, para mubalig yang bersedia mengikuti program tersebut akan diberikan bimbingan teknis (bimtek) terkait pemahaman wawasan kebangsaan.

Menteri Agama (Menag) Fahcrul Razi menyampaikan, program itu sudah diputuskan pada rapat kabinet beberapa waktu lalu di bawah pimpinan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin untuk bisa dilaksanakan pada 2020. Dia menegaskan, program itu bukan sesuatu hal yang memaksa para dai atau penceramah untuk mendapatkan sertifikat.

“Mudah-mudahan saya kira dalam beberapa bulan ke depan ini bisa dilaksanakan. Kembali saya garis bawahi, bagi yang mau, bagi yang nggak, enggak masalah,” kata Fachrul dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor menuturkan, dalam program tersebut Kemenag akan menggelar bimtek kepada para mubalig yang bersedia saja mengikuti program ini untuk mendapatkan sertifikat. Dia pun berdalih program ini bukan sebagai sertifikasi mubalig.

“Sertifikasi ada undang-undangnya, ada lembaganya. Ini namanya bimtek, (ada) peningkatan kompetensi mubalig, terutama di bidang wawasan kebangsaan. Nanti setelah mereka Bimtek, mereka dikasihkan sertifikat. Jadi bukan sertifikasi mubalig, tapi mubalig bersertifikat," kata Tarmizi.

Menurut dia, para mubalig sangat perlu untuk mendapatkan pemahaman terkait wawasan kebangsaan. Dengan begitu, tidak hanya paham di bidang agama, tapi juga secara aturan perundang-undangan juga para mubalig menguasainya.

“Semua ustaz paham dengan zakat, tapi tentang kenegaraan kan mereka tau enggak keterkaitan dengan undang-undangnya? Nah, seperti itulah contohnya,” ujar dia.

Khusus program ini, dia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan kuota sebanyak 100 mubalig per provinsi. Diharapkan, program ini sudah mulai berjalan sebelum masuknya Bulan Suci Ramadan. “Saya pengen secepatnya. Paling-paling sebelum ramadhan sudah terlaksana,” kata dia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil