Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Hadiah Kesempatan Bertemu Prabowo
“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” ujarnya.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang telah ditentukan. Ketiga tema tersebut yakni Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, dan Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.
Surat yang dikirim peserta maksimal 700 kata atau dua halaman A4. Karya harus ditulis tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru, kemudian dipindai dan dikirim dalam format PDF.
Karya juga harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, serta belum pernah menjadi juara dalam kompetisi lain.
“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, [email protected] pada 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta mengirimkan data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya,” jelas Yusi.
Para pemenang Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” akan mendapatkan kesempatan hadir dalam Malam Bhakti Santri untuk Negeri, yang menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026. Acara tersebut akan mengundang Presiden Prabowo Subianto.
Editor: Puti Aini Yasmin