Kemenag Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Siapkan Rangkaian Acara hingga Oktober
Basnang mengatakan, sejak 2021 hingga 2025 terdapat 4.185 pesantren yang menerima bantuan inkubasi. Sebagian pesantren tersebut kemudian mengembangkan usaha melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPES).
“Inilah yang nanti kira-kira akan kita minta untuk memamerkan produk-produknya,” ujar Basnang.
Menurut dia, ekspo tersebut sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan kewirausahaan pesantren. Produk yang akan dipamerkan mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta berbagai produk lainnya.
Puncak peringatan Hari Santri akan ditandai dengan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026. Rangkaian Hari Santri 2026 ditutup dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri yang direncanakan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 24 Oktober.
Kegiatan tersebut akan digerakkan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir.
“Dalam minggu-minggu ini kami akan menyampaikan surat kepada beliau, tentu melalui Pak Menteri Agama, untuk mengundang Bapak Presiden agar hadir dalam Malam Bakti Pesantren untuk Negeri,” ujar Basnang.
Editor: Maria Christina