Kemenag: Umat Islam Dianjurkan Tak Gelar Buka Puasa Bersama

Felldy Utama ยท Sabtu, 18 April 2020 - 19:01:00 WIB
Kemenag: Umat Islam Dianjurkan Tak Gelar Buka Puasa Bersama
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) menganjurkan kepada umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan ibadah di rumah selama bulan suci Ramadhan untuk mencegah penularan virus corona. Termasuk tidak menghadiri atau menyelenggarakan buka puasa bersama di luar rumah.

Pesan itu disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (17/4/2020). Dia mengimbau buka puasa bersama yang biasa dilakukan di perkantoran atau tempat lainnya tidak diselenggarakan terlebih dahulu selama wabah corona masih ada.

"Kita tidak melaksanakan salat tarawih dan buka puasa bersama, kita laksanakan di rumah saja. Karena berpotensi menularkan atau tertular," katanya.

Dia meyakinkan pelaksanaan ibadah di rumah tak akan mengurangi kualitasnya. Amin juga menyebut upaya menghindari bahaya harus dikedepankan.

"Jangan sampai kita menjemput bahaya, kita berkerumun di suatu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah. Itu sangat berpotensi untuk kita membahayakan diri kita dan juga orang lain," kata Amin.

Amin meminta masyarakat mengindahkan imbauan pemerintah yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Selain itu dia mengajak semua umat beragama untuk selalu mengucapkan doa agar wabah corona segera berakhir.

"Semoga bulan Ramadhan tiba, virus corona berlalu," ucapnya.

Sebelumnya, pada 6 April 2020, Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan yang memusatkan pada kegiatan ibadah tidak dilakukan secara berjamaah di masjid seperti biasa, melainkan di rumah bersama keluarga inti.

"Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, ditiadakan. Untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya," kata Menag.


Editor : Rizal Bomantama