Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Resmi Bupati Bener Meriah

Felldy Utama ยท Senin, 25 Mei 2020 - 22:21 WIB
Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Resmi Bupati Bener Meriah

Bupati Bener Meriah Sarkawi ketika berbicara di depan jemaah masjid pada awal Januari 2020 lalu. (Foto: dok. Antara).

JAKARTA, iNews.id - Bupati Bener Meriah, Provinsi Aceh, Tengku Sarkawi mengajukan pengunduran diri karena fokus menjalani pengobatan. Pengumuman mengejutkan itu disampaikan ke publik di sela pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu, 24 Mei 2020.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan belum menerima surat pengunduran diri secara resmi Tengku Sarkawi. Kemendagri masih menunggu laporan resmi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

"Kemendagri menunggu laporan resmi dari gubernur. Belum ada permohonan secara resmi yang masuk dan itu harus melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah," ujarnya di Jakarta, Senin (25/5/2020).

Bahtiar mengatakan, surat keputusan sebagai tindak lanjut pengunduran diri bupati dan pergantian jabatan dari Tengku Sarkawi juga menunggu proses resmi masuk ke Kemendagri.

Sebelumnya, saat memberikan sambutan shalat Idul Fitri di halaman Masjid Agung Babussalam, Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah, Minggu, 24 Mei 2020, Tengku Sarkawi mengumumkan kepada masyarakat tentang pengunduran dirinya dari jabatan bupati.

Tengku Sarkawi mengundurkan diri sebagai pemimpin di daerah dataran tinggi Gayo itu karena kondisi kesehatannya. Dia mengaku sedang sakit belum kunjung pulih dan saat ini menjalani berbagai pengobatan.

Usai menyampaikan pengunduran diri, Sarkawi memohon maaf kepada seluruh masyarakat Bener Meriah atas kekurangan selama memimpin daerah tersebut.

"Maka pada kesempatan yang mulia ini kami sampaikan bahwa, kami, saya, Tengku Sarkawi, mengundurkan diri sebagai Bupati Bener Meriah, untuk menjalani pengobatan kesehatan diri," ujarnya.

Setelah resmi mundur dari jabatan bupati nantinya, Sarkawi akan fokus mengelola pesantren miliknya di daerah setempat, yang telah didirikan sebelum terjun ke dunia politik.

Editor : Djibril Muhammad