Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Universitas Trilogi-Kemendikdasmen Gelar Lomba Gambar Sketsa Soeharto Terbanyak, Pecahkan Rekor MURI
Advertisement . Scroll to see content

Kemendikdasmen Telah Buka Pendaftaran TKA 2026, Siswa Punya Waktu Persiapan Lebih Panjang

Selasa, 04 Agustus 2026 - 13:39:00 WIB
Kemendikdasmen Telah Buka Pendaftaran TKA 2026, Siswa Punya Waktu Persiapan Lebih Panjang
Kemendikdasmen membuka pendaftaran TKA 2026 hingga 27 September dengan sejumlah penyempurnaan untuk memberi kesempatan siswa mempersiapkan diri lebih optimal. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.

Pendaftaran berlangsung pada 27 Juli-27 September 2026, sedangkan pelaksanaan TKA utama dijadwalkan pada 26 Oktober-8 November 2026.

Adapun, waktu pendaftaran TKA tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Hal ini menjadi peluang bagi siswa SMA/MA/SMK untuk mematangkan persiapan sekaligus membuka jalan menuju universitas impian melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kepala BKPDM Toni Toharudin menjelaskan, berbagai penyempurnaan penyelenggaraan TKA tahun ini merupakan wujud komitmen Kemendikdasmen untuk menghadirkan asesmen yang semakin berkualitas, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan murid.

"Kami mengajak seluruh calon peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan," ucap Toni dalam keterangannya dikutip, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati berharap, pelaksanaan TKA tahun ini dapat berjalan lebih baik karena waktu persiapannya lebih panjang. Menurutnya, penyelenggaraan TKA 2026 merupakan penyempurnaan dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

Berbagai hasil evaluasi TKA 2025 menjadi dasar perbaikan kebijakan, antara lain pengaturan jadwal agar peserta hanya mengerjakan satu mata pelajaran wajib setiap hari, penambahan durasi pengerjaan menjadi 75 menit, serta penambahan mata pelajaran kejuruan berdasarkan rumpun program keahlian menjadi 50 mata pelajaran.

"Peserta yang masih memiliki data residu tetap dapat mendaftar dengan tetap diimbau segera memperbaiki data. Pengawasan pelaksanaan juga diperkuat melalui keterlibatan lebih banyak perguruan tinggi, serta integrasi TKA dengan Asesmen Nasional (AN) guna meningkatkan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan," ujar Rahmawati.

Kemendikdasmen mengimbau seluruh calon peserta memastikan data diri telah sesuai serta mengikuti seluruh tahapan pendaftaran melalui laman resmi TKA. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, tata cara pendaftaran, hingga panduan pelaksanaan dapat diakses melalui kanal resmi Kemendikdasmen dan Pusat Asesmen Pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya mendukung kesiapan peserta, Kemendikdasmen juga menyediakan platform Ayo Coba TKA. Melalui platform tersebut, calon peserta dapat mengenal bentuk soal, mekanisme pengerjaan, serta mengukur kesiapan sebelum mengikuti TKA 2026 sehingga lebih percaya diri saat menghadapi asesmen.

Melalui penyelenggaraan TKA yang semakin baik, Kemendikdasmen berharap setiap murid memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan capaian akademiknya melalui asesmen yang objektif, kredibel, dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.

Salah satu yang telah merasakan manfaat TKA, yakni Yudhistira Almayda Basunjaya. Alumni SMA Negeri 1 Surabaya tersebut berhasil lolos ke Program Studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga setelah memvalidasi kemampuannya melalui hasil TKA 2025 dengan predikat istimewa.

Yudhistira mengaku puas dengan hasil TKA yang diperolehnya karena sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

"Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang," ucap Yudhistira.

Menurutnya, capaian nilai pada mata pelajaran pilihan, yakni Biologi dan Kimia, membantunya membuktikan kemampuan akademik untuk masuk ke program studi Kedokteran. Hasil tersebut juga semakin menguatkan keyakinannya bahwa jurusan yang dipilih sudah tepat.

Selain menjadi salah satu syarat dalam SNBP, Yudhistira menilai TKA merupakan sarana penting untuk mengevaluasi proses belajar selama tiga tahun di sekolah. Tes tersebut dimanfaatkan untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi pelajaran.

Dia mengaku mulai mempersiapkan diri jauh sebelum pelaksanaan TKA. Selain membangun kebiasaan belajar secara konsisten, Yudhistira juga memperdalam pemahaman konsep serta rutin mengerjakan latihan soal.

Menurutnya, SMA Negeri 1 Surabaya turut mendukung persiapan siswa melalui program bimbingan intensif setiap hari Sabtu yang berisi pembahasan materi dan try out. Guru mata pelajaran juga memberikan pendalaman materi untuk memperkuat pemahaman siswa.

Meski demikian, Yudhistira mengingatkan bahwa jika hasil SNBP belum sesuai harapan, masih tersedia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun seleksi mandiri yang memberikan peluang sama besar untuk masuk ke perguruan tinggi.

"Jadi, tetap percaya pada proses, terus berusaha, dan jangan menyerah hanya karena satu hasil belum sesuai harapan. Setiap jalur memiliki kesempatan yang sama untuk mengantarkan kita menuju cita-cita," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut