Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Gunung Bromo Meluas Hingga 921 Hektare, 1.500 Petugas Gabungan dan Helikopter Dikerahkan
Advertisement . Scroll to see content

Kemenhut: Kebakaran Bromo Padam, Petugas Fokus Pendinginan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:12:00 WIB
Kemenhut: Kebakaran Bromo Padam, Petugas Fokus Pendinginan
Petugas melakukan pendinginan kebakaran di Bromo. (Foto: Kemenhut)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah padam. Meski tidak lagi ditemukan api aktif, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan intensif untuk mengantisipasi munculnya kembali api akibat bara di lokasi bekas terbakar.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi mengatakan kondisi terkini di kawasan TNBTS relatif terkendali.

"Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali," kata Ristianto, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Meski demikian, petugas masih meningkatkan kewaspadaan karena terdapat bara di sejumlah titik yang berpotensi memicu munculnya api kembali.

"Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan," ujarnya.

Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar benar-benar padam. Bara tersebut dapat kembali memicu kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Setelah proses pendinginan selesai, Satgas akan memeriksa fasilitas umum serta sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas sebelum kawasan dipertimbangkan kembali menerima kunjungan wisata.

"Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh," ujarnya.

"Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu. Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi," tutur dia melanjutkan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat dan wisatawan menunggu pengumuman resmi terkait pembukaan kembali kawasan TNBTS.

Bagi pengunjung yang telah membeli tiket masuk TNBTS melalui sistem pemesanan daring untuk periode penutupan, pengajuan pengembalian dana atau penjadwalan ulang dapat dilakukan sesuai ketentuan dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BBTNBTS.

Kementerian Kehutanan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

"Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan TNBTS," pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut