Kemenkes Identifikasi 10 Penyakit Terbanyak Pengungsi Banjir di Sumbar, ISPA Tertinggi
Di samping itu, pihaknya menekankan pada warga yang memiliki kondisi tertentu, khususnya bagi warga yang harus dirawat secara rutin, seperti pasien cuci darah atau mereka yang harus mengkonsumsi obat secara rutin.
Saiful yang juga Ketua HEOC berpesan, kondisi sekarang masyarakat dengan perawatan khusus, pasien dengan obat rutin segera melapor ke puskesmas, pustu, bidan desa untuk melaporkan pasien khusus dapat terlayani. Ini sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan.
Saat ini pusat operasi kedaruratan kesehatan atau HEOC telah diaktifkan di tingkat provinsi. Dengan adanya pusat ini, tenaga kesehatan dari sektor pemerintah maupun non-pemerintah terlebih dahulu berkoordinasi sebelum memberikan pelayanan medis.
Puskris juga memobilisasi tenaga cadangan kesehatan (TCK) dari regional Sumbar. Sejumlah tenaga medis dan tenaga kesehatan diperbantukan untuk memberikan pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan yang terdampak bencana, di antaranya tenaga medis dan kesehatan dari RSU Dadi Makassar ke RSUD Sikaping dan RS Khusus Daerah Dadi menuju RSUD Lubung Basung, keduanya berada di Kabupaten Agam.
Terkait dengan dukungan pelayanan kesehatan, Puskris Kemenkes dan Dinas Kesehatan Sumbar mengirimkan pemberian makanan tambahan (PMT) balita dan ibu hamil ke seluruh kabupaten dan kota yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Sebanyak 13 lokasi yang menjadi perhatian Dinas kesehatan Sumbar yang berkolaborasi dengan organisasi profesi untuk penguatan pelayanan kesehatan, trauma healing, edukasi pertumbuhan dan perkembangan anak, konsultasi psikologi, pendampingan menyusui dan pemberian MP ASI. Ketiga belas lokasi tersebut berada Kota Padang dan Kabupaten Agam.
Sementara itu, BNPB bersama TNI dan Basarnas mengirimkan bantuan seberat 2,5 ton melalui udara di sejumlah wilayah pada Kamis (4/12/2025) hingga pukul 18.00 WIB. Titik distribusi berada di Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam dan Pesisir Selatan. Salah satu jenis bantuan yang diberikan berupa obat-obatan ke wilayah Pesisir Selatan.
Berdasarkan data Pos Pendamping Nasional per Kamis (4/12/2025), lebih dari 22.824 warga mengungsi sementara waktu di 13 kabupaten dan kota terdampak bencana Sumbar.
Editor: Aditya Pratama