Kemensos Lakukan Upaya Persuasif Atasi Masalah di Balai Wiyata Guna

Antara ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 21:11 WIB
Kemensos Lakukan Upaya Persuasif Atasi Masalah di Balai Wiyata Guna

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk menyelesaikan masalah 30 penyandang disabilitas netra yang selesai masa rehabilitasi.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengatakan, selain koordinasi dengan Pemprov Jabar juga dilakukan upaya persuasif dalam menangani pemindahan sejumlah mahasiswa tunanetra dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensori Netra (BRSPDSN) Wiyata Guna.

"Saya kira ini harus dilihat dari sisi bukan soal pengusiran. Saya sudah berkoordinasi dengan kepala balai. Saya sudah menelepon Gubernur Jawa Barat. Sebenarnya prosesnya sudah berjalan lama, sangat persuasif," ujar Juliari di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menuturkan, Balai Wyata Guna Bandung tidak mengusir 30 penerima manfaat, namun masa pelayanan rehabilitasi terhadap mereka telah berakhir.

"Mereka yang masa tinggalnya berakhir akan diganti dengan penerima manfaat baru. Jadi ada asas keadilan," kata Edi.

BACA JUGA:

Revitalisasi Balai Wyata Guna Bandung jadi Bagian Optimalisasi Balai Rehabilitasi Sosial

Banjir Jakarta, Kemensos Berikan Santunan Rp15 Juta kepada Korban Meninggal

Dia menuturkan, saat ini balai dalam proses revitalisasi fungsional yang merupakan program nasional untuk mengoptimalkan peran balai rehabilitasi sosial milik pemerintah. Tujuannya agar masyarakat disabilitas bisa berkiprah setelah mendapat pelayanan rehabilitasi sosial lanjut.

Menurutnya, pemberlakuan ketentuan mengembalikan penerima manfaat kepada keluarga atau masyarakat, tidak dilakukan seketika. Selama di balai, mereka diberikan pelatihan dan layanan yang holistik, sistematis dan terstandar. Sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka bisa mandiri.

“Kita ada program transformasi, perubahan status panti menjadi balai. Kita ingin balai rehabilitasi sosial ini berkontribusi secara progresif. Jadi pijakan bagi saudara-saudara kita kaum disabilitas agar dapat mengembangkan keberfungsian dan kapabilitas sosial mereka,” katanya.

Editor : Kurnia Illahi