Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Periksa 4 Petinggi Perusahaan Jasa K3, Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Oknum Kemnaker
Advertisement . Scroll to see content

Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas selama 2026, Mayoritas Dapat Pekerjaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:17:00 WIB
Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas selama 2026, Mayoritas Dapat Pekerjaan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (Foto: Felldy Aslya Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih 1.041 penyandang disabilitas selama Januari hingga Oktober 2026. Sebagian besar peserta yang telah menyelesaikan pelatihan kini bekerja, sedangkan lainnya memilih membuka usaha sendiri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan keterampilan dan memasuki dunia kerja.

“Semoga bisa terus ditingkatkan sampai akhir tahun. Menurut saya, 1.041 ini satu capaian yang luar biasa karena kita ingin menghadirkan kesempatan yang sama kepada teman-teman disabilitas. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan membuka usaha sendiri,” ujar Yassierli dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Untuk memperluas akses pelatihan keterampilan, Kemnaker berencana membangun pusat pelatihan khusus penyandang disabilitas di Bekasi pada 2027. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas mengembangkan keterampilan sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan dunia kerja.

Sejumlah program yang direncanakan tersedia di pusat pelatihan tersebut antara lain call center, teknologi informasi (IT), barista dan menjahit. Berbagai program itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.

Yassierli berharap pusat pelatihan tersebut dapat menjadi percontohan pelatihan vokasi khusus penyandang disabilitas di Indonesia. Menurutnya, pemerintah perlu terus memperluas kesempatan agar penyandang disabilitas dapat meningkatkan keterampilan dan memperoleh akses terhadap pekerjaan.

“Kita ingin teman-teman disabilitas tersenyum dan pemerintah hadir untuk mereka,” kata Yassierli.

Manfaat pelatihan vokasi telah dirasakan Muhammad Fahri (21), seorang penyandang disabilitas tunarungu. Setelah mengikuti pelatihan barista selama satu bulan, Fahri berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah kafe.

“Manfaatnya, setelah mengikuti pelatihan, saya mendapatkan pekerjaan. Sekarang saya sudah bekerja di sebuah kafe,” ujar Fahri melalui penerjemah bahasa isyarat.

Berbekal pengalaman tersebut, Fahri mengajak penyandang disabilitas lainnya, khususnya sesama tunarungu, untuk memanfaatkan program pelatihan vokasi.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut