Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kursi Wamentan Kosong Ditinggal Sudaryono, Ini Respons Mentan Amran
Advertisement . Scroll to see content

Kepala BGN Sudaryono Minta Guru di Sekolah Ikut Santap MBG: untuk Edukasi

Kamis, 06 Agustus 2026 - 16:53:00 WIB
Kepala BGN Sudaryono Minta Guru di Sekolah Ikut Santap MBG: untuk Edukasi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta guru di sekolah ikut menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa saat makanan sudah tiba. Hal tersebut menjadi bagian untuk mengedukasi para siswa dalam menyantap hidangan.

Dia berharap, dengan ikutnya guru di sekolah menyantap MBG bersama para siswa, bisa sekaligus memberikan edukasi tata cara makan mulai dari mencuci tangan, antre dalam mengambil makanan, hingga berdoa sebelum menyantap hidangan.

"Nah, itu kami ingin dari sisi edukasinya bagaimana guru mengajar di kelas, ikut makan bareng dengan siswanya untuk fungsi edukasi. Misalnya tata caranya, mulai dari cuci tangan, mengantre, berdoa, dan lain-lain," ucap Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Tidak hanya itu, Sudaryono juga mengharapkan para guru di sekolah bisa sekaligus memberikan informasi terkait kandungan gizi yang terdapat dalam setiap satu porsi MBG yang disantap bersama para siswa. Sehingga bisa memberikan wawasan tambahan di sekolah terkait jenis gizi dalam setiap makanan.

Di samping aspek edukasi, pendampingan guru di sekolah dalam menyantap MBG juga bagian dari strategi untuk menghindari potensi MBG di bawa pulang oleh siswa. Karena makan tersebut tidak mengandung pengawet sehingga harus segera disantap ketika sudah waktunya.

"MBG ini kan tidak ada pengawetnya, jadi sudah pasti cepat (basi), apalagi ada suhunya di suatu wilayah panas, itu kan memicu perkembangan bakteri, itu yang kami ingin perkuat dari sisi edukasi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono mengatakan kasus keracunan MBG yang sebelumnya terjadi di Papua, boleh jadi karena makanan dibawa pulang oleh siswa. 

Selain itu, jarak produksi dan pendistribusian terlalu jauh juga ikut menciptakan pertumbuhan bakteri pada makanan

"Ada yang memulai masaknya itu jam 7 malam, atau hari sebelumnya, sehingga diberikan jam 11, dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat. Kemudian beberapa laporan yang kami terima ada anak yang membawa pulang MBG," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut