Kepala BNPT Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Belajar Online
Boy Rafli menjelaskan, bahaya paham radikalisme dan intoleran saat ini mengincar para generasi muda. Penyebarannya melalui sarana media sosial, dengan konten-konten yang bersifat propaganda.
"Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku terpapar paham radikalisme, hingga berujung aksi terorisme dengan merakit bom tersebut melalui online training, yang juga dibantu oleh para mentornya yang juga saat ini sudah diamankan oleh kepolisian. Jadi melalui media online, mereka mengembangkan cara pembuatan bahan peledak," katanya.
"Kejadian ini sungguh sangat disayangkan, generasi muda adalah aset masa depan bangsa, oleh karena itu kita saling mencegah agar hal ini tidak terjadi lagi," katanya melanjutkan.
Usai mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kepala BNPT beserta jajaran juga berkesempatan mengunjungi dan berinteraksi dengan dua korban ledakan bom yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Makassar.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq