Kepala PPATK Meninggal Karena Pneumonia, Diabetes dan Ginjal
JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Rita Rogayah, memastikan meninggalnya Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin bukan karena virus korona (Covid-19). Dia menyebut, Badaruddin meninggal karena sakit pneumonia.
Rita mengatakan, pneumonia merupakan penyakit yang diakibatkan adanya infeksi dalam saluran pernafasan bawah. Selain itu, dalam riwayat kesehatan yang dipegang RSUP, Badaruddin juga memiliki penyakit diabetes dan gangguan ginjal.
"Penyebabnya bukan Covid-19. Kalau di istilah kita itu penyakit infeksi saluran nafas bawah atau adalah pneumonia. Ada diabetes, ada juga gangguan pada ginjalnya. Jadi ingat ya ini bukan karena Covid-19," ujarnya di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).
Dia menuturkan, jenazah Kiagus telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sejak sore tadi. "Sudah dibawa pulang ke rumah," ucapnya.
Profil Kiagus Ahmad Badaruddin Kepala PPATK
Rita menjelaskan, ketika datang ke RSUP Persahabatan, Kiagus telah masuk ke dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sebanyak dua kali, hasilnya menunjukan negatif virus korona.