Kerusuhan di AS, DPR Minta Keselamatan Warga Indonesia Dijamin

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 01 Juni 2020 - 06:20:00 WIB
Kerusuhan di AS, DPR Minta Keselamatan Warga Indonesia Dijamin
Kerusuhan di sejumlah kota di AS. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menyayangkan terjadinya kerusuhan di Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk protes warga atas kematian George Floyd di tangan kepolisian yang menangkapnya di Minneapolis. Pemerintah diminta memastikan keselamatan warga Indonesia di AS.

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengatakan pemerintah AS perlu memanfaatkan Declaration of Independence yang mereka punya untuk meredam gejolak. Menurutnya deklarasi kemerdekaan itu memuat poin-poin yang dijadikan dasar dari sebuah kekuatan bagi kebebasan umat manusia yaitu hak asasi manusia (HAM).

"Ini penting karena unrest yang terjadi di AS mendapat perhatian dunia, dan jika tidak ditangani secara cepat dan profesional melalui pendekatan-pendekatan persuasif, dikhawatirkan akan menjadi contoh kurang baik bagi negara lain," kata Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Anggota DPR Fraksi Golkar itu juga meminta pemerintah, dalam hal ini perwakilan Republik Indonesia di Amerika Serikat untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di sana. Mereka juga diminta terus melaporkan perkembangan terkini kepada pemerintah Indonesia.

"Perwakilan Indonesia di AS harus memastikan dan mengikuti dari dekat perkembangan di AS menyusul aksi kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota. Apalagi ini punya potensi meluas," ujarnya.

Meutya juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di AS menghubungi secara acak WNI di sana. Hal itu menurutnya untuk memastikan kondisi para WNI di AS.

"Terus berikan informasi melalui website resmi maupun hotline atau aplikasi yang dimiliki oleh Kemlu RI untuk memberikan kondisi dan informasi secara update. Sekaligus juga memberikan imbauan agar WNI di sana, sebisa mungkin untuk tidak keluar rumah hingga situasi aman terkendali," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama