Ketika Mahfud MD Puji Tito Karnavian sebagai Menteri yang Pandai Mengaji

Riezky Maulana ยท Selasa, 18 Agustus 2020 - 07:52:00 WIB
Ketika Mahfud MD Puji Tito Karnavian sebagai Menteri yang Pandai Mengaji
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memuji Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Mantan kapolri itu dipuji karena sosoknya yang pintar mengaji.

Pujian itu disampaikan Mahfud saat memberikan sambutan pada peluncuran buku "Fikih Kebangsaan Jilid III" secara virtual yang disiarkan langsung dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Senin (17/8/2020). Awalnya Mahfud memaparkan, soal Islam Jalan Tengah (Islam Wasathiyah) yang tidak ke kanan dan kiri alias moderat.

"Memang perlu disebarluaskan wacana keilmuwan Islam Wasathiyah. Islam Jalan Tengah yang tidak ekstrem ke kanan dan ke kiri. Ya, inilah yang cocok bagi bangsa Indonesia," katanya.

Sejak berdirinya Indonesia, Mahfud menuturkan, Islam Jalan Tengah telah dirumuskan sejumlah tokoh Islam yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). "Mereka menisbikan Islam di Indonesia adalah moderat, karenanya tidak memaksakan untuk mendirikan negara Islam," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Menurut Mahfud, Islam dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan dan mulai mendapat tempat. Hingga saat ini, pemeluknya bebas mendapat hak yang setara bahkan menempati berbagai posisi penting di republik ini, salah satu contohnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

"Awal kemerdekaan, mau jadi tentara enggak boleh. Tetapi sekarang, semua berubah. Makanya salah kalau orang menyebut ada Islamophobi. Pak Tito mengajinya pintar. Jadi imam bukan Qulhu (surat pendek), surat panjang dan beliau fasih. Tapi bisa jadi kapolri, bisa jadi menteri," ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian saat membuka rapat koordinasi secara virtual dengan kepala daerah seluruh Indonesia, Senin (10/8/2020). (Foto: Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian saat membuka rapat koordinasi secara virtual dengan kepala daerah seluruh Indonesia, Senin (10/8/2020). (Foto: Kemendagri)

Selain itu, Mahfud mengungkapkan, tak ada larangan kegiatan keagamaan. Di kabinet, kantor kementerian, BUMN, kantor pemerintahan, banyak musala dan acara kajian keagamaan tumbuh subur dan gampang ditemui.

"Di kantor polisi ada pengajian, Kapolresnya pintar ngaji, pintar dakwah. Di kantor TNI juga demikian. Di kampus-kampus, Islam sudah terang-terangan. Dulu sampai akhir 70-80 malu-malu. Pakai jilbab jarang. Sekarang semua pakai jilbab. Tidak ada sekali lagi Islamplophobi saat ini. Kalau ada yang bilang, itu pihak yang kalah saja karena yang diserang mereka juga memperjuangkan Islam," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel: