Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Bongkar Sindikat SMS E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China
Advertisement . Scroll to see content

Ketua DPD Ajak Masyarakat Lawan Aksi Penipuan Bermodus Vaksin Covid-19

Kamis, 04 Maret 2021 - 14:04:00 WIB
Ketua DPD Ajak Masyarakat Lawan Aksi Penipuan Bermodus Vaksin Covid-19
Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengajak masyarakat melawan aksi penipuan dengan modus vaksin Covid-19. (Foto: DPD).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id  - Aksi penipuan masih saja marak di masyarakat. Modus yang digunakan pun beragam dari pinjaman online, investasi bodong, hingga yang terbaru memanfaatkan program vaksinasi Covid-19

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti berharap aksi-aksi ini bisa diatasi. Dia pun mengajak masyarakat melawan seluruh aksi penipuan. 

La Nyalla menjelaskan, aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini memilih korbannya secara random. Artinya, siapa pun bisa menjadi korban.

"Masyarakat harus waspada terhadap aksi penipuan. Apalagi aksi penipuan  selalu memanfaatkan berbagai macam program yang sedang digulirkan. Polri pun menyebut ada ribuan penipu sudah bersiap memanfaatkan program vaksinasi Covid-19 untuk melakukan aksi kejahatannya," tuturnya, Kamis (4/3/2021). 

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, untuk memperlancar aksinya pelaku sudah mengantongi sejumlah data korban seperti nama, nomor telepon, dan email. 

"Dengan menjalankan modus operandi berpura-pura sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes), pelaku mengaku bisa mempercepat antrean. Namun, ia meminta bayaran melalui transfer uang ke bank dan dilakukan via SMS atau telepon," ucapnya.

La Nyalla pun menyorot beberapa poin penting yang harus segera diperhatikan pemerintah.

"Pertama, masalah kebocoran data pribadi. Ini harus diperhatikan. Karena, pelaku memiliki data pribadi calon korban. Masalah kedua adalah kepemilikan rekening bank, ini harus menjadi perhatian penting dari lembaga keuangan perbankan. Mengapa rekening bank digunakan untuk kejahatan," katanya.

Khusus data pribadi, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur ini berharap data yang ada bisa diintegrasikan dengan sektor yang terkait. Sebagai contoh, KTP yang terintegrasi dengan kepemilikan rekening yang digunakan oleh penipu. Dengan demikian, pengungkapan kasus-kasus seperti ini menjadi lebih mudah dan cepat. 

Tidak itu saja, La Nyalla juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika mendapat SMS atau telepon penipuan.

"Jika sudah ada laporan masyarakat, jajaran Polri harus segera mengusut tuntas dan melakukan tindakan preventif terhadap aksi penipuan. Jangan sampai menuai korban seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong," ujar mantan Ketua Umum PSSI itu.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut