Ketua MPR Ajak Pemuda Membumikan Pancasila, Ini Lima Tantangannya

Felldy Utama ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 09:57 WIB
Ketua MPR Ajak Pemuda Membumikan Pancasila, Ini Lima Tantangannya

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak pemuda membumikan Pancasila dalam aktivitas sehari-hari. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak pemuda berada di barisan terdepan membumikan Pancasila. Salah satunya dengan menghadirkan nilai-nilai dan keutamaan Pancasila dalam aktivitas sehari-hari.

"Sampai saat ini kita masih mengalami tantangan dalam membumikan ideologi negara, yaitu Pancasila," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 27 Oktober 2019.

Politikus Partai Golkar ini menyebut, membumikan Pancasila bukan tanpa tantangan. Setidaknya, menurut Bamsoet, ada lima tantangan.

Pertama, pemahaman Pancasila. Saat ini masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.

"Hal ini tidak terlepas dari rendahnya tingkat kedalaman literasi masyarakat Indonesia secara umum," ujar Bamsoet.

Kedua, eksklusivisme sosial. Kondisi tersebut berhubungan erat dengan derasnya arus globalisasi.

"(Kondisi itu) mengarah pada menguatnya kecenderungan politisasi identitas dan menguatnya gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA," kata Bamsoet.

Ketiga, masih lebarnya kesenjangan sosial karena masih terjadi sentralisasi pembangunan ekonomi pada wilayah-wilayah tertentu. "Meluasnya kesenjangan sosial antarpelaku ekonomi dan kebijakan ekonomi yang mengedepankan sektor ekstraktif yang kurang mengembangkan nilai tambah," ujar Bamsoet.

Keempat, pelembagaan Pancasila. Lemahnya institusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan politik, ekonomi dan budaya serta masih lemahnya wawasan ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara negara.

Kelima, keteladanan Pancasila. Dalam konteks ini, tantangan yang dihadapi adalah masih kurangnya keteladanan dari tokoh-tokoh pemerintahan dan masyarakat.

"Hal ini diperparah dengan semakin maraknya sikap dan perilaku destruktif yang lebih mengedepankan hal-hal negatif di ruang publik serta kurangnya apresiasi dan insentif terhadap prestasi dan praktik-praktik yang baik," tutur Bamsoet.

Dia meyakini, melalui semangat hari Sumpah Pemuda, para anak-anak muda milenial Indonesia akan terus melahirkan pemikiran-pemikiran atau gagasan-gagasan yang bernas untuk mengatasi berbagai tantangan global.

Dalam lima tahun ke depan, Bamsoet memaparkan, Indonesia akan menghadapi tantangan yang sangat berat. Dinamika lingkungan strategis global diwarnai kompetisi dan perebutan pengaruh negara-negara besar yang telah menempatkan Indonesia pada pusat kepentingan global.

"Jika tidak siap dan waspada, Indonesia dapat saja tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu," ujarnya.

Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang unggul, yang berkarakter Pancasila, toleran dan berakhlak mulia. "Kita butuh SDM unggul yang terus belajar, bekerja keras, serta berdedikasi tinggi," kata Bamsoet.

Editor : Djibril Muhammad