Ketua Satgas IDI: Tes Swab Antigen Mandiri Berisiko False Negative

Binti Mufarida ยท Kamis, 12 Agustus 2021 - 10:59:00 WIB
Ketua Satgas IDI: Tes Swab Antigen Mandiri Berisiko False Negative
PB IDI menyoroti ramai tes swab antigen mandiri yang berisiko bagi pasien. (Foto: iNews/Zeni Johadi)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menyoroti ramainya tes covid-19 swab antigen secara mandiri. Bahkan, alat tes swab antigen ini dijual bebas secara online.

“Hasil dari tes usap atau swab antigen memang cukup cepat. Tapi, yang jadi konsern saya adalah alat tes ini ramai diperjualbelikan di e-commerce, sehingga banyak orang melakukan tes secara mandiri yang berisiko menghasilkan false negative,” ucap Zubairi lewat media sosial pribadinya, Kamis (12/8/2021).

Zubairi pun memberikan pandangan masyarakat tidak dianjurkan untuk melakukan tes covid-19 secara mandiri. 

"Ini pandangan saya, yang utama adalah saya tidak menganjurkan Anda melakukan tes swab antigen mandiri. Betul hasilnya cepat dan tidak perlu antre. Harganya juga terjangkau dibandingkan di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan tingkat akurasinya? Bagaimana kalau pengambilan sampelnya salah?

Zubairi pun menjelaskan memasukkan cotton bud panjang ke hidung hingga tiba di nasofaring juga bukan perkara mudah. Ada kemungkinan jika dilakukan mandiri itu hanya sampai rongga hidung saja dan yang terambil itu air liur, bukan lendir.

“Pemeriksaan sampel air liur ini tentu lebih sulit dalam mendeteksi virus dan cenderung menunjukkan hasil negatif. Nah, bagaimana jika tes usap mandiri itu menunjukkan hasil positif. Hal ini yang menurut saya cukup berbahaya bagi pasien,” kata Zubairi.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: